Luwu – Pemalak Trans Sulawesi kembali meresahkan pengguna jalan di Kabupaten Luwu. Namun, Tim Resmob Polres Luwu berhasil menangkap dua pelaku yang kerap menghentikan kendaraan di Dusun Karetan, Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang.
Tim yang dipimpin Ipda Mochamad Ryan Kurniawan dan Bripka Hamid Padang langsung menyusun strategi setelah menerima laporan warga. Mereka menyamar dan mengintai aktivitas kedua pelaku selama beberapa jam.
Petugas kemudian menangkap AJ (26) dan MF (26) sekitar pukul 01.00 WITA, Jumat dini hari, 18 Juli 2025. Keduanya berasal dari wilayah setempat dan sering beroperasi di jalur Trans Sulawesi.
Saat beraksi, mereka menghentikan mobil maupun motor dan menodong pengemudi untuk memberikan uang. Kadang, mereka melempar batu ke kendaraan yang menolak. Petugas juga menemukan badik sepanjang 15 cm di saku salah satu pelaku.
Menurut AKP Idul, mereka pernah mencoba memalak sopir truk tangki milik PT Pertamina (Persero). Bahkan, mereka nekat memanjat truk saat truk masih berjalan. Polisi yang menyaksikan kejadian itu langsung menyergap mereka.
“Kami sudah mengumpulkan banyak laporan warga, dan saat mereka bertindak, kami langsung tangkap,” kata AKP Idul, Minggu (20/7).
Setelah menangkap kedua pelaku, petugas membawa mereka ke Mapolsek Walenrang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam interogasi, AJ dan MF mengaku menggunakan uang hasil pemalakan untuk membeli rokok dan minuman keras.
AKP Jody Dharma, Kasat Reskrim Polres Luwu, memastikan pihaknya akan terus menindak setiap pelaku premanisme di jalanan.
“Jalan umum bukan tempat untuk mengintimidasi orang. Kami akan tindak siapa pun yang mengganggu ketertiban,” tegasnya.
Penangkapan ini mengakhiri aksi pemalak Trans Sulawesi yang sudah membuat warga resah selama berminggu-minggu.





Komentar