Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Kecelakaan atau Penganiayaan? Kematian Rifqillah Ruslan Bikin Heboh Luwu

Foto:Ilustrasi

Luwu – Kasus penganiayaan kades Luwu kembali menjadi sorotan publik. Rifqillah Ruslan (16) meninggal dunia setelah Kepala Desa Seppong (IM) diduga memukulnya di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Teman-temannya langsung membawa korban ke IGD RSUD Batara Guru karena kecelakaan, namun saksi mata melaporkan bahwa kepala desa memukul Rifqillah di rumah sakit.

Kronologi Kasus Penganiayaan Kades Luwu

Ayah korban, Ruslan (50), menceritakan bahwa anaknya menabrak kepala desa pada Rabu (28/5) sekitar pukul 18.00 WITA. Teman Rifqillah segera membawa korban ke rumah sakit agar mendapat pertolongan.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Saksi mata mengungkap, kepala desa memukul Rifqillah di ruang IGD. Anak saya menabrak kepala desa, lalu teman-temannya membawanya ke rumah sakit. Namun saksi mata melihat kepala desa memukul anak saya di IGD,” ujar Ruslan.

Keesokan harinya, Kamis (29/5), Rifqillah meninggal dunia. Keluarga yang curiga langsung melaporkan kasus penganiayaan kepala desa di Luwu ke Polres Luwu.

Dugaan Kejanggalan Penyelidikan

Ruslan menyoroti hilangnya rekaman CCTV IGD yang seharusnya menjadi barang bukti. “Awalnya polisi bilang CCTV aman, tapi kemudian mereka menyatakan rusak. Ini jelas janggal karena menyangkut nyawa anak saya,” tegasnya.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Meski polisi sudah menetapkan kepala desa sebagai tersangka sejak Agustus, mereka belum menahan pelaku. “Sejak Agustus katanya sudah tersangka, tapi sampai sekarang dia masih bebas berkeliaran,” keluh Ruslan.

Status Penanganan oleh Kepolisian

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa kepolisian menyerahkan berkas perkara ke kejaksaan dan kini menunggu hasil P21. Yakobus menambahkan, kepala desa harus melapor dua kali seminggu, tetapi pihak kepolisian belum menahan pelaku.

Kasus ini terus menarik perhatian publik. Keluarga korban berharap pihak berwenang segera menegakkan keadilan agar tragedi serupa tidak terulang.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *