Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Sulsel

Tradisi Ma’nene Toraja: Ritual Langka yang Hanya Bisa Disaksikan Agustus 2025

Tradisi Ma’nene Toraja di Buntu Pepasan, prosesi membersihkan dan mengganti pakaian jenazah leluhu
Foto:Ilustrasi Tradisi Ma'nene Toraja

Toraja Utara Tradisi Ma’nene Toraja kembali hadir pada 18–28 Agustus 2025 di Lembang Rante Uma dan Lembang Parandangan, Kecamatan Buntu Pepasan, Toraja Utara. Ritual unik ini memikat wisatawan dari berbagai negara karena berlangsung hanya setiap beberapa tahun sekali.

Masyarakat Toraja melaksanakan tradisi Ma’nene Toraja sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah wafat. Dalam prosesi ini, keluarga mengangkat peti mati dari liang atau patane, membuka peti, lalu membersihkan serta mengganti pakaian jenazah. Setelah itu, mereka mengembalikan jenazah ke peti, memperbaiki peti, lalu menempatkannya kembali di makam keluarga.

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Warga di wilayah pegunungan seperti Tikala, Kapalapitu, Sesean, Batutumonga, Buntu Pepasan, Panggala’, dan Baruppu’ melestarikan tradisi ini dengan aturan dan jadwal berbeda. Misalnya, warga Kapalapitu menggelar ritual ini setiap lima tahun sekali.

Selain menghormati leluhur, tradisi Ma’nene Toraja juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Ritual ini memberikan kesempatan bagi keluarga untuk melepas rindu kepada mereka yang sudah tiada.

Bagi wisatawan, momen ini menjadi peluang langka untuk menyaksikan langsung tradisi otentik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Jadi, kunjungi Toraja pada Agustus ini dan rasakan sendiri pesona budaya yang penuh makna.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *