Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kesehatan Sulsel

Warga Parepare Protes Limbah Pabrik Tahu Cemari PantaiKu

Ilustrasi Gambar pipa limbah yang mengalir ke laut

Parepare – Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kembali memprotes aktivitas pembuangan limbah cair dari sebuah pabrik tahu yang mengalir langsung ke laut di kawasan wisata PantaiKu. Air limbah berwarna putih dan berbau busuk itu mengalir melalui pipa di tepi pesisir dan menimbulkan keresahan di kalangan pengunjung.

Beberapa pengunjung yang rutin beraktivitas di PantaiKu merasa terganggu. Salah satunya, Suryadi, mengecam pembuangan limbah di area wisata tersebut. Ia khawatir air yang tercemar membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang bermain di laut. “Baru lewat saja sudah bau busuk. Ini tempat wisata, tapi kenapa ada pembuangan limbah ke laut? Bisa sakit kalau airnya kotor begini,” ucap Suryadi pada Senin (14/7).

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare langsung menanggapi keluhan warga. Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas DLH, Arhamdi, menjelaskan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi sejak Rabu lalu. Tim DLH juga telah memberikan peringatan kepada pemilik pabrik dan meminta mereka memindahkan pipa limbah.

“Kami sudah arahkan agar pipa itu dipindahkan. Tapi sampai sekarang, belum ada tindak lanjut dari pihak pabrik,” ujar Arhamdi.

DLH terus mendesak pemilik usaha untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar pembuangan limbah tidak mencemari laut. Jika pemilik tetap tidak merespons, DLH bersama kecamatan, kelurahan, dan Satpol PP siap membongkar pipa secara paksa. “Kami beri ultimatum. Kalau tidak dibongkar sendiri, kami yang akan membongkarnya,” tegas Arhamdi.

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Tim DLH juga sudah mengambil sampel air laut dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diuji. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar langkah hukum selanjutnya. Arhamdi menyebut bahwa pemilik pabrik mengaku telah menghentikan produksi dan mengalihkan fungsinya sebagai lokasi pemasaran. Meski begitu, DLH tetap mengawasi aktivitas di lokasi dan akan menutup saluran limbah apabila produksi kembali berjalan.

Warga berharap pemerintah segera bertindak tegas demi menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan PantaiKu, yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Parepare.

HMI Cabang Gowa Raya Buka Form Pengaduan Lingkungan Hidup, Ajak Masyarakat Awasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *