Internasional – Pemerintah Jerman belum akui Palestina dalam waktu dekat. Berlin menilai pengakuan sepihak hanya akan menjadi langkah kontraproduktif bagi proses perdamaian Timur Tengah dan solusi dua negara.
Kanselir Friedrich Merz menjelaskan bahwa pengakuan Palestina hanya terjadi setelah Israel dan Palestina mencapai kesepakatan damai. Ia menegaskan pengakuan saat ini tidak memperkuat posisi Palestina dan bahkan melemahkan upaya menuju solusi dua negara.
Sikap Jerman belum akui Palestina berbeda dengan sejumlah negara Barat lain. Prancis sudah menyiapkan langkah untuk mengakui Palestina secara resmi dalam Sidang Umum PBB pada September. Inggris dan Kanada juga memberi dukungan bersyarat, sedangkan Spanyol, Belanda, dan Swedia di Uni Eropa terus mendorong pengakuan tersebut.
Jerman tetap menegaskan komitmennya pada solusi dua negara. Pemerintah menekankan bahwa pengakuan Palestina hanya berlaku jika negosiasi menghasilkan perdamaian sah antara Israel dan Palestina.
Juru bicara pemerintah Jerman menyatakan pada (22/8/2025) bahwa Berlin tidak berencana mengakui negara Palestina dalam waktu dekat, karena pengakuan saat ini justru bisa menghambat negosiasi menuju solusi dua negara. Ia menegaskan bahwa pengakuan sebaiknya dilakukan pada akhir proses negosiasi yang berhasil





Komentar