Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kesehatan Sulsel

Waspada Covid-19, Dinkes Bone Aktifkan Kembali Tim Kesehatan dan Siagakan Faskes

Foto Plt Kepala Dinas Kesehatan Bone drg. Yusuf

Bone — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone kembali meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19. Langkah ini diambil menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang meminta seluruh daerah untuk bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus, terutama setelah lonjakan terjadi di beberapa negara Asia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bone, drg. Yusuf, mengungkapkan bahwa seluruh fasilitas layanan kesehatan di Bone telah diinstruksikan untuk siaga, termasuk puskesmas, rumah sakit, hingga laboratorium kesehatan. “Kami telah menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan dan Gubernur Sulsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Kami mengaktifkan kembali tim promosi kesehatan dan tim gerak cepat sebagai antisipasi dini,” ujar drg. Yusuf, Jumat (13/6).

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Menurutnya, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus aktif Covid-19 di wilayah Bone, upaya mitigasi tetap harus dilakukan. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pandemi pada tahun 2020 menjadi pelajaran penting agar masyarakat dan tenaga kesehatan tidak lengah. “Langkah-langkah yang pernah kita jalankan di awal pandemi perlu dihidupkan kembali. Bukan berarti kita panik, tapi ini langkah sistematis mencegah agar tidak terjadi lonjakan besar,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga menyiagakan laboratorium untuk mendukung pemeriksaan sampel, serta memastikan rumah sakit siap menangani pasien bila ditemukan kasus baru. Fokus utama, menurut Yusuf, adalah pencegahan dan deteksi dini melalui pemantauan gejala di masyarakat.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama di tempat umum dan saat merasa kurang sehat. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala batuk, demam, atau sesak napas. “Kami minta masyarakat tidak menganggap enteng. Kalau ada gejala, segera periksa. Jangan menunggu parah. Deteksi awal itu penting,” pesannya. <spl>

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *