Makassar — Tragedi meninggalnya seorang siswa SD di Makassar yang diduga menjadi korban pengeroyokan menyita perhatian publik. Legislator Komisi D DPRD Makassar, Muchlis A Misbach, menyoroti pentingnya peran guru dalam memberikan pendidikan moral untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
“Kami berbelasungkawa atas peristiwa yang sangat memilukan ini, siswa kelas 6 SD meninggal karena diduga dikeroyok teman sekolahnya,” ungkap Muchlis di Makassar, Selasa (3/6).
Menurutnya, kasus ini bukan persoalan biasa dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya lingkungan sekolah dan keluarga. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter perlu dikuatkan sejak dini agar anak-anak tidak terlibat dalam tindakan kekerasan.
“Penting bagi guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa agar kejadian serupa tidak berulang lagi,” ujar Muchlis.
Ia menjelaskan bahwa guru memiliki peran vital dalam membentuk kepribadian anak di sekolah, sementara peran orang tua sangat menentukan di rumah. Ia pun mendorong sinergi yang lebih kuat antara pendidik dan keluarga dalam membina anak.
“Guru bukan hanya pendidik akademik, tapi juga pendidik karakter yang membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Sebelumnya, korban berinisial MRA (15), siswa kelas 6 SD, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Awalnya korban mengeluh sakit di bagian dada, mengaku hanya terjatuh saat bermain bola. Namun sang ibu curiga karena melihat bajunya sobek dan anaknya tampak ketakutan. Setelah dirawat, korban mengaku dikeroyok oleh tiga orang, yakni satu siswa SMP dan dua siswa SD dari sekolahnya.
Kini pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku. Harapannya, tragedi serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik anak-anak.
Kasus ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan untuk memperkuat pembinaan karakter siswa serta meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan di lingkungan sekolah. <spl>





Komentar