Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Peristiwa

Polisi Usut Grup Makassar Gay di Facebook yang Viral, Dugaan Konten Negatif

Grup Makassar Gay di Facebook yang viral di media sosial

MakassarPolrestabes Makassar tengah menyelidiki keberadaan grup Makassar Gay di Facebook yang viral di media sosial. Akun Instagram @makassar.keras pertama kali mengunggah tangkapan layar grup tersebut. Dalam unggahan itu terlihat jumlah anggota grup mencapai ribuan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, langsung memerintahkan penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang membuat dan mengelola grup Makassar Gay di Facebook.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

“Kami menelusuri asal grup ini. Bisa saja dibuat dari luar Makassar. Karena ini media sosial, siapa pun bisa membuatnya dari mana saja,” tegas Arya di Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Senin (21/7/2025).

Polisi fokus mengungkap potensi pelanggaran hukum dalam aktivitas grup tersebut. Arya menyatakan akan menindak tegas jika tim menemukan unsur pidana.

“Kalau grup ini menyebarkan konten negatif atau pornografi, kami akan langsung proses secara hukum,” ujar Arya.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Tim Siber Lacak Jejak Digital

Tim Cyber Polrestabes Makassar mulai menelusuri jejak digital pembuat grup yang tengah viral itu. Polisi juga melibatkan Tim Siber Polda Sulsel untuk memperkuat kerja sama antarunit.

“Kami berbagi informasi dengan tim siber dari Polda Sulsel. Penelusuran ini kami lakukan secara profesional dan bertahap,” jelas Arya.

Tim siber berusaha mengidentifikasi siapa yang mengelola grup, siapa pembuatnya, dan siapa saja anggotanya. Penelusuran juga menargetkan aktivitas yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

“Kami perlu tahu siapa penciptanya, siapa saja yang tergabung, dan apa saja yang mereka bagikan dalam grup tersebut,” tambahnya.

Keberadaan grup Makassar Gay di Facebook kembali mencuat seiring meningkatnya laporan dari warga yang merasa resah atas aktivitas grup tersebut.

Tokoh Agama Minta Tindakan Tegas

Ketua Muhammadiyah Makassar, KH Muhammad Said Abdul Samad, mengecam keberadaan grup Makassar Gay di Facebook dan meminta pemerintah serta aparat bertindak tegas.

“Kami butuh perhatian serius dari semua pihak. Jangan biarkan fenomena ini berkembang,” tegas KH Said.

Ia mengingatkan bahwa perilaku menyimpang seperti hubungan sesama jenis bertentangan dengan ajaran agama dan berpotensi membawa dampak sosial negatif.

“Kalau hal seperti ini dibiarkan, bukan hanya pelakunya yang kena imbas. Masyarakat luas juga bisa terkena dampaknya,” ujarnya.

KH Said menyarankan pendekatan lewat dakwah, edukasi, dan pembinaan bagi anggota grup tersebut.

“Pendekatan keagamaan yang lembut bisa menyadarkan mereka agar tidak terjerumus lebih jauh,” ucapnya.

Ia juga mengajak MUI, NU, dan Muhammadiyah bersinergi untuk menyikapi fenomena ini secara kolektif. KH Said berharap Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun tangan menyikapi permasalahan ini.

“Pak Munafri sangat peduli terhadap pendidikan dan agama. Saya yakin beliau tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *