Makassar – Pemerintah Kota Makassar secara resmi melantik puluhan pejabat eselon II dan III dalam sebuah seremoni yang digelar di Balai Kota, Senin sore (16/6). Pelantikan ini menjadi bagian dari mutasi besar-besaran yang dilakukan setelah Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika resmi menjabat lebih dari 100 hari.
Langkah ini menandai babak baru dalam penataan birokrasi pemerintahan Kota Makassar. Sebanyak 50 pejabat menduduki posisi strategis setelah melalui proses seleksi ketat, termasuk uji kesesuaian (job fit) dan verifikasi dari berbagai lembaga terkait.
Sebelumnya, seleksi job fit untuk posisi eselon II telah digelar pada 23–24 April 2025. Hasilnya kemudian diverifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Kementerian Dalam Negeri.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, memastikan seluruh proses telah mendapatkan izin resmi dari pemerintah pusat. “Mutasi kali ini legal dan sah. Izin dari pusat sudah kami kantongi,” ujarnya.
Sejumlah posisi penting yang sebelumnya kosong kini telah diisi, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Bappeda. Selain itu, mutasi juga menyasar camat, staf ahli, dan kepala bagian yang selama ini belum definitif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja aparatur sipil negara di lingkup Pemkot Makassar. “Kami hanya melantik mereka yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi,” ujar Munafri.
Sebelumnya sempat beredar daftar nama-nama pejabat yang akan dilantik, namun Munafri membantah kebenaran seluruh isi daftar tersebut. “Yang beredar itu ada yang benar, ada juga yang tidak. Kita lihat saja langsung siapa yang benar-benar dilantik,” ucapnya.
Pelantikan ini juga mendapat perhatian publik, mengingat sejumlah jabatan telah lama diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dan dinilai menghambat efektivitas pelayanan publik. <spl>





Komentar