Close sidebar
Advertisement Advertisement
Ekonomi Makassar Nasional

64,5 Ton Jeruk Batola Dikirim ke Makassar dan Gowa, Karantina Pastikan Bebas Hama

Jeruk Batola

Banjarmasin – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelesaikan proses sertifikasi terhadap sebanyak 64,5 ton jeruk lokal asal Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dikirim ke wilayah Sulawesi Selatan pada Sabtu,(14/6), yakni Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabuke, menyebutkan bahwa pengiriman dilakukan dalam dua gelombang, yaitu pada bulan Mei sebanyak tujuh kali pengiriman dengan total volume 38,8 ton, serta pada awal hingga pertengahan Juni sebanyak empat kali pengiriman dengan volume 25,7 ton. Seluruh pengiriman telah melewati prosedur pemeriksaan ketat oleh petugas karantina, termasuk pemeriksaan fisik dan dokumen, serta pengecekan kesehatan tumbuhan untuk memastikan tidak ada organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang terbawa.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Setelah dinyatakan sehat dan layak, jeruk tersebut kemudian diberi sertifikat KT-3 atau Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area sebagai syarat distribusi ke luar daerah. Komoditas dikirim melalui Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah tujuan di Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Erwin menjelaskan bahwa pengawasan karantina menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan dan mencegah penyebaran hama penyakit tumbuhan antarwilayah. Ia juga menyatakan bahwa langkah ini mendukung upaya meningkatkan daya saing produk hortikultura Kalsel di pasar luar daerah.

Jeruk Batola sendiri merupakan komoditas hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan saat musim panen. Dengan volume pengiriman yang besar, komoditas ini dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, terutama untuk menjangkau pasar konsumen di Makassar dan Gowa yang merupakan pusat distribusi pangan di Sulawesi Selatan.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pengiriman ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menjaga standar mutu hasil pertanian lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar antarprovinsi. Protokol karantina menjadi jaminan bagi keamanan konsumen dan kredibilitas produk Kalsel di luar wilayahnya. <spl>

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *