Close sidebar
Advertisement Advertisement
Pendidikan Sulsel

Gubernur Sulsel Beri Bantuan Rp1 Juta untuk 4.108 Siswa SLB, Bukti Dukungan Pendidikan Inklusif

Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan bantuan senilai Rp1 juta kepada setiap siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di seluruh wilayah Sulsel. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian Gubernur Andi Sudirman Sulaiman terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

Total sebanyak 4.108 siswa SLB dari 86 satuan pendidikan menerima bantuan tersebut. Bantuan ini bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulsel Tahun 2024 melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

“Ini merupakan bentuk komitmen kita dalam mendukung pendidikan inklusif. Kita ingin anak-anak SLB mendapatkan fasilitas dan perhatian yang layak,” ujar Gubernur Andi Sudirman,Rabu (19/6).

Prof Hasmyati Tampil dengan Lipa’ Sabbe Bugis Saat Menerima Penghargaan di Simposium Internasional Malaysia

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Muhammad Ikhsan, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah, transportasi, hingga penunjang pembelajaran lainnya.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak berkebutuhan khusus yang tertinggal dalam mengakses pendidikan, termasuk dalam hal pembiayaan,” ungkap Ikhsan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah siswa SLB di Sulsel terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Program bantuan seperti ini dinilai penting dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, khususnya di wilayah terpencil dan pesisir.

Selain bantuan tunai, Pemprov Sulsel juga tengah mengkaji peningkatan pelatihan bagi guru-guru SLB serta penguatan fasilitas sekolah yang ramah disabilitas. Langkah ini pun mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk penggiat pendidikan inklusif dan orang tua siswa.

“Kami sangat terbantu, apalagi kebutuhan anak-anak SLB cukup spesifik dan biayanya tidak sedikit,” kata Fitriani, orang tua salah satu siswa SLB di Kabupaten Gowa. <spl>

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *