Gowa – Empang ikan Bontomanai menjadi simbol semangat warga dalam memperkuat ketahanan pangan. Pasang, warga Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, berhasil mengubah lahan tidak produktif menjadi empang budidaya ikan air tawar dan sawah cetak baru.
Dengan tekad kuat, Pasang menyewa alat berat ekskavator milik Nanga, seorang pengusaha asal Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo. Bersama, keduanya menyelesaikan pengerjaan lahan yang sebelumnya dipenuhi semak dan pohon bambu.
“Alhamdulillah, pengerjaan sudah selesai dengan baik. Kini lahan yang dulunya kosong sudah bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan dan tanaman palawija,” kata Pasang, Rabu (23/7).
Menurutnya, inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mendukung ketahanan pangan desa dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Nanga menjelaskan bahwa medan pengerukan cukup berat. Meski begitu, ia tetap melanjutkan proses pengerjaan karena melihat semangat warga yang tinggi. Bahkan, ia secara pribadi memperbaiki akses jalan ke lokasi dengan menambahkan material sirtu.
“Kami sadar, akses jalan sangat penting bagi petani. Jadi kami tambahkan bahan material agar warga lebih mudah mengangkut hasil pertanian mereka,” ujar Nanga.
Selama aktivitas berlangsung, warga tidak menunjukkan keberatan. Justru, mereka merasa terbantu dengan perubahan lahan menjadi lebih produktif. Oleh karena itu, Nanga merasa heran dengan munculnya isu di media sosial yang menyebutkan adanya pihak yang mengeluh.
“Sejauh ini, tidak ada satu pun warga yang datang dan meminta kami berhenti. Kalau pemilik lahan tidak setuju, tentu kami sudah tinggalkan lokasi sejak awal,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan pemberitaan yang hanya menyoroti sisi negatif. Menurutnya, media sebaiknya juga menampilkan sisi positif dari kegiatan seperti pembangunan empang ikan Bontomanai dan cetak sawah baru yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.





Komentar