Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Peristiwa Sulsel

Cuaca Ekstrem Terjang Jeneponto, Dua Rumah Rusak Puting Beliung

Jeneponto – Cuaca ekstrem kembali mengguncang wilayah Kabupaten Jeneponto pada Sabtu, (15/11/2025). Hembusan angin kencang yang berpadu dengan puting beliung menerjang kawasan Kecamatan Arungkeke sekitar pukul 09.30 WITA. Dua rumah warga mengalami kerusakan cukup parah setelah terpukul pusaran angin yang menghantam kawasan tersebut dalam waktu singkat. Kejadian itu memicu kepanikan warga karena angin menyambar dua titik berbeda yang berjarak cukup jauh.

Rumah pertama milik Baco yang berada di Dusun Pattiro Wang mengalami kerusakan pada bagian atap serta rangka kayu. Tidak lama setelah itu, rumah milik Nuryanti Kr. Bulaeng di Dusun Campagaiya juga tersapu angin kuat. Kepala Desa Boro Lamo, Ridwan Kr. Lurang, menjelaskan bahwa dua titik kerusakan terjadi hampir bersamaan meski jaraknya tidak berdekatan. Ia menegaskan bahwa kekuatan angin kali ini jauh lebih besar daripada beberapa kejadian sebelumnya yang pernah melanda wilayah itu.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Cuaca Ekstrem Timbulkan Kerusakan Rumah Warga

Dokumentasi lapangan menunjukkan bagian atap rumah yang terangkat angin hingga beterbangan ke berbagai arah. Potongan seng dan kayu tampak berserakan di sekitar halaman warga. Kondisi ini memperlihatkan betapa kuatnya dorongan angin puting beliung yang menyapu dua dusun tersebut. Beberapa warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka karena angin datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda mencolok.

Warga bersama aparat desa kemudian bergerak cepat untuk melakukan peninjauan lokasi serta membantu proses pembersihan puing bangunan. Mereka bekerja sama mengeluarkan material yang berserakan dan memperbaiki bagian yang masih dapat selamat. Ridwan Kr. Lurang menyampaikan bahwa gotong royong menjadi langkah awal sebelum pemerintah kecamatan melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh. Ia memastikan bahwa warga terdampak mendapat pendampingan dalam proses pemulihan awal.

Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kerugian material cukup besar mengingat struktur rumah warga sebagian besar menggunakan material kayu ringan. Kondisi ini membuat bangunan mudah terseret angin ketika cuaca ekstrem terjadi. Warga berharap bantuan dapat segera disalurkan agar proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pemerintah desa kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi. Fenomena perubahan angin, hujan intensitas tinggi, serta potensi puting beliung diprediksi masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Upaya mitigasi serta koordinasi lintas aparat menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerusakan maupun korban pada kejadian serupa di Kabupaten Jeneponto.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *