Bone — Perayaan HUT Golkar ke-61 di Bone pada Minggu (16/11/2025) berubah menjadi panggung politik ketika Ketua DPD II Golkar Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi, memilih bersikap hati-hati dan belum menyatakan dukungan kepada satu pun kandidat di tengah memanasnya dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan.
Setelah acara, Fahsar menjelaskan bahwa ia masih menunggu petunjuk resmi dari struktur partai sebelum menentukan pilihan. “Belum-belum, masih menunggu petunjuk,” ujar Fahsar. Ia menilai peta politik di tubuh Golkar Sulsel terus bergerak, sehingga setiap keputusan membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari kesiapan kandidat hingga arahan organisasi. “Golkar Bone akan mengikuti keputusan partai,” tegasnya.
Nama-nama calon ketua mulai menguat di berbagai daerah. Munafri Arifuddin (Appi), Taufan Pawe, Adnan Purichta Ichsan, hingga Andi Ina Kartika Sari masuk dalam daftar tokoh yang siap bertarung. Di sisi lain, gelombang dukungan dari daerah semakin terlihat. Sebanyak 17 Ketua DPD II menyatakan dukungan kepada Appi dalam tiga bulan terakhir. Mereka aktif menjalin silaturahmi dan menilai Appi membawa semangat baru.
Ketua DPD II Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyebut Golkar membutuhkan pemimpin muda yang mampu menunjukkan prestasi. Ketua DPD II Takalar, Zulkarnain Arief, juga memuji langkah Appi yang berhasil mengangkat kejayaan Golkar di Makassar saat Pemilu 2024. Dukungan lain datang dari Ketua DPD II Jeneponto, Iksan Iskandar.
Posisi Senior Fahsar Jadi Sorotan
Di tengah maraknya konsolidasi, posisi Fahsar menjadi sorotan karena ia termasuk salah satu Ketua DPD II paling senior. Rekam jejaknya panjang: tiga periode memimpin DPD II Golkar Bone dan dua periode menjabat Bupati Bone. Meski begitu, ia tetap memilih berhati-hati sebelum menentukan sikap.
Musda Golkar Sulsel sendiri akan berlangsung dalam waktu dekat untuk menentukan Ketua DPD I periode lima tahun mendatang. Masa kepemimpinan Taufan Pawe mencapai titik akhir setelah memimpin sejak aklamasi pada Agustus 2020. Di Pemilu 2024, Golkar menambah perolehan kursi DPRD Sulsel menjadi 14, namun kehilangan posisi Ketua DPRD Sulsel yang kini beralih ke NasDem.
Musda kali ini menjadi penentu arah baru bagi Golkar Sulsel. Partai berlambang beringin itu bersiap memasuki babak penting untuk menentukan figur yang mampu menjaga stabilitas internal sekaligus menguatkan posisi politik menghadapi kontestasi berikutnya.





Komentar
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://www.binance.com/register?ref=IXBIAFVY