Jeneponto — Satlantas Polres Jeneponto kembali memperkuat pengawasan lalu lintas melalui Operasi Zebra Pallawa 2025 yang berlangsung sejak 17 November. Selama sepekan pertama pelaksanaan, petugas mencatat 262 penindakan terhadap berbagai jenis pelanggaran.
Kasat Lantas Polres Jeneponto Iptu Baharuddin menyampaikan laporan tersebut pada Selasa (25/11/2025). Ia menegaskan bahwa operasi berjalan hingga 30 November. “Operasi Zebra akan selama dua pekan, mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025,” ujar Baharuddin.
Ia menjabarkan bahwa ratusan penindakan tersebut muncul dari intensitas pelanggaran yang cukup beragam. Petugas menemukan pelanggaran ringan hingga risiko tinggi yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Menurut Baharuddin, aparat berupaya memberi efek jera tanpa mengabaikan sisi edukasi kepada masyarakat. Pendekatan itu penting agar kesadaran tertib berlalu lintas meningkat secara berkelanjutan.
Zebra Pallawa Tekankan Kepatuhan
Baharuddin merinci bentuk penindakan kepada para pelanggar selama pekan pertama. “Sebanyak 262 penindakan itu terdiri dari 141 teguran, 111 tilang elektronik, dan 10 tilang konvensional,” ungkapnya.
Ia menyebut bahwa penggunaan tilang elektronik membantu memonitor pelanggaran dengan lebih akurat, sementara teguran untuk pelanggaran ringan yang masih bisa di perbaiki tanpa proses persidangan.
Operasi Zebra Pallawa 2025 memiliki tujuan utama meningkatkan disiplin masyarakat saat berkendara. Fokus kegiatan mencakup pencegahan kecelakaan, pengurangan angka pelanggaran, dan optimalisasi edukasi keselamatan lalu lintas.
Aparat memastikan seluruh titik rawan tetap berada dalam pengawasan sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan. Baharuddin menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap penindakan, bukan sekadar angka administratif.
Pihak kepolisian juga melakukan pendekatan humanis dalam menyampaikan imbauan saat operasi berlangsung. Hal ini dijalankan agar pesan keselamatan tersampaikan dengan baik dan mudah diterima masyarakat.
Menurut Baharuddin, perubahan perilaku hanya bisa tercapai melalui kombinasi penegakan hukum dan edukasi intensif. Ia berharap dua pekan operasi mampu mendorong budaya tertib lalu lintas di Jeneponto.
Operasi masih berjalan hingga akhir November. Petugas akan terus memantau arus kendaraan, baik di jalan poros maupun kawasan permukiman. Dengan demikian, seluruh potensi pelanggaran dapat terdeteksi lebih cepat. Aparat menegaskan bahwa masyarakat diharapkan mendukung upaya tersebut karena keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.





Komentar