MAKASSAR — Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Ecofeb Competition 2026 cabang lomba Business Plan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Putra (UWP), Surabaya, Minggu (10/5).
Kompetisi berskala nasional tersebut mengangkat tema “Business Idea As a Mantra of Innovation and Creativity for Young Generation” dan berlangsung sejak 30 April hingga 10 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 143 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang turut mempresentasikan gagasan bisnis inovatif mereka. Dari ratusan peserta tersebut, hanya 15 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak grand final setelah melewati proses seleksi dan kurasi yang ketat.
Dalam kompetisi tersebut, UIN Alauddin Makassar diwakili oleh Scopus Team yang terdiri dari Adnan Apriansyah Putra sebagai ketua tim, Muhammad Husdar, dan Ashey Yuniar. Tim tersebut mengusung inovasi produk bertajuk “BIOGON: Inovasi Produk Sanitasi Ternak Berbasis Limbah Eceng Gondok Guna Mewujudkan Praktik Green Farming dan Peningkatan Kualitas Budidaya Peternakan Indonesia.”
Melalui inovasi tersebut, Scopus Team berhasil menarik perhatian dewan juri dengan menghadirkan solusi ramah lingkungan berbasis limbah eceng gondok yang dimanfaatkan sebagai produk sanitasi ternak. Gagasan itu dinilai mampu mendukung praktik green farming sekaligus meningkatkan kualitas budidaya peternakan di Indonesia.
Dekan FEB UWP, Dr. Woro Utari, M.M., mengatakan bahwa kompetisi tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan ide bisnis kreatif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
“Tema tahun ini diambil karena kita percaya, ide bisnis adalah ‘mantra’ yang mampu membangkitkan keajaiban inovasi dan kreativitas di tangan anak muda. Kami ingin mendorong mereka menjadi problem solver melalui pendekatan wirausaha,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum., menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus dalam mewujudkan visi pengembangan sociopreneurship berbasis riset.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengajarkan teori bisnis, tetapi juga menciptakan ekosistem agar mahasiswa mampu meriset kebutuhan sosial dan menjawabnya melalui inovasi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak,” katanya.
Ketua Tim Scopus, Adnan Apriansyah Putra, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih bersama timnya. Ia mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui tim sejak tahap penyusunan konsep, riset, hingga presentasi final.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa pulang juara 1 untuk UIN Alauddin Makassar. Persiapan yang kami lakukan cukup panjang dan tentu tidak mudah karena harus bersaing dengan banyak tim dari berbagai kampus di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, khususnya di bidang bisnis dan lingkungan. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan ide yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mencoba dan berani mengikuti kompetisi. Karena dari proses itulah kita belajar, berkembang, dan membawa nama baik kampus,” tambahnya.
Pada akhir kompetisi, UIN Alauddin Makassar berhasil meraih Juara 1, disusul Universitas Negeri Semarang sebagai Juara 2 dan IPB University sebagai Juara 3. Adapun kategori Presenter Terbaik diraih oleh Universitas Ciputra, sementara Proposal Terbaik diraih oleh IPB University.
Keberhasilan Scopus Team menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Alauddin Makassar mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional, khususnya dalam bidang inovasi dan pengembangan ide bisnis berbasis lingkungan.





Komentar