Parepare – Orangtua murid taman kanak-kanak (TK) Bandar Madani di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengeluhkan besarnya biaya penamatan atau wisuda yang harus dibayarkan untuk anak-anak mereka. Pihak sekolah menetapkan biaya sebesar Rp 500 ribu per murid agar dapat mengikuti acara penamatan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025.
Seorang orang tua murid dengan inisial PR mengungkapkan keberatannya atas biaya tersebut. Menurutnya, tidak semua keluarga mampu membayar biaya penamatan yang terbilang tinggi ini. Ia juga menyampaikan kekhawatiran tentang beban biaya yang semakin bertambah ketika anak-anak melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.
“Anak-anak sudah tamat harus bayar Rp 500 ribu, lalu nanti masuk SD lagi harus beli seragam, alat tulis, banyak sekali jadi beban orang tua. Terus ada biaya penamatan ini lagi, terlalu berat,”
— ujar PR, Orang Tua Murid TK Bandar Madani pada Rabu (21/5/2025)
PR berharap Pemerintah Kota Parepare dapat mengambil langkah terkait kebijakan biaya penamatan ini. Ia mencontohkan daerah lain seperti Makassar yang telah melarang pungutan serupa, dan berharap kebijakan itu bisa diterapkan di Parepare.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Bandar Madani Parepare, Ratna Baktiar, menjelaskan bahwa biaya penamatan Rp 500 ribu tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat yang dihadiri orang tua murid. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan acara.
“Biaya itu sudah dibahas dalam pertemuan dengan orang tua tanggal 20 Mei lalu. Hanya sedikit yang tidak setuju. Uang itu untuk sewa gedung, dekorasi panggung, dan photo booth sesuai pedoman acara tahun lalu,”
— Ratna Baktiar, Kepala TK Bandar Madani Parepare
Ratna juga menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan kepada orang tua yang tidak ingin mengikuti acara tersebut.
“Tidak ada paksaan. Kalau tidak mau ikut, tidak apa-apa,”
— Ratna Baktiar
<spl>





Komentar