Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Politik

PDIP Desak Polri Berantas Preman Berkedok Ormas di Daerah

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah

Nasional — Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, mendesak Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk segera memberantas aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) yang dinilai semakin meresahkan dan mengganggu iklim investasi di daerah.

“Saya yakin pihak kepolisian yang dipimpin Pak Listyo Sigit bisa memberantas itu sesegera mungkin agar iklim investasi ke depan menjadi lebih baik,”
— ujar Said Abdullah dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/5/2025)

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Menurut Said, aksi premanisme ormas tidak hanya menghambat investasi besar, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

“Setiap investasi—jangankan investasi besar, investasi kecilan saja di daerah itu kalau tidak ada premannya itu kok bukan Indonesia,”
— kata Said Abdullah

Data Polda Metro Jaya menunjukkan Operasi Berantas Jaya 2025 telah menangkap 56 orang preman berkedok ormas. Rinciannya, 31 orang berasal dari Pemuda Pancasila, 10 orang dari Forum Betawi Rempug, 11 orang dari Trinusa, serta sisanya dari GRIB Jaya, GIBAS, DPPKB, dan GNBI.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Selain penangkapan, pihak kepolisian juga menertibkan 130 pos ormas ilegal dan menyita 1.801 atribut—mulai spanduk, bendera, hingga baliho—yang berdiri tanpa izin, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah hukum Jakarta Pusat.

Keprihatinan PDIP semakin memuncak setelah terungkapnya kasus pendudukan sepihak lahan milik BMKG di Pondok Betung, Tangerang Selatan, oleh sejumlah ormas. Menurut Said, pemerintah perlu segera mengevaluasi keberadaan ormas yang menyalahi aturan agar tidak ada lagi warga yang merasa terganggu di tanah sendiri.

“Bapak Kapolda Metro Jaya senantiasa mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dalam memberantas premanisme,”
— ujar Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, Karo Ops Polda Metro Jaya

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Dengan dukungan politik dari PDIP dan langkah tegas aparat kepolisian, diharapkan fenomena premanisme berkedok ormas dapat segera teratasi, sehingga masyarakat dan pelaku usaha kembali merasa aman dan nyaman beraktivitas. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *