Surabaya, 29 Mei 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Surabaya hingga awal Juni 2025. Fenomena ini disebabkan oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru.
Menurut BMKG, ketinggian pasang air laut diperkirakan mencapai 120–130 cm, dengan potensi genangan banjir rob setinggi 20–30 cm. Beberapa wilayah pesisir yang berisiko terdampak antara lain Pelabuhan Tanjung Perak, Kalimas Baru, Greges, Kalianak, dan Pantai Timur Surabaya.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di sektor pelabuhan, perikanan darat, dan pertanian garam.
“Kami imbau masyarakat di wilayah pesisir untuk mewaspadai genangan air laut, karena sifatnya yang korosif dan dapat berdampak pada kesehatan,” ujar Ady.
Pemerintah Kota Surabaya pun telah mengambil langkah antisipatif. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengusulkan pembangunan tanggul laut di sejumlah titik rawan banjir rob, seperti wilayah Medokan Semampir, agar proyek tersebut masuk dalam program strategis nasional.
Di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan langkah mitigasi dengan membersihkan gorong-gorong, menormalisasi saluran air, serta menyiagakan pompa air dan genset cadangan.
BMKG juga memperkirakan bahwa cuaca di Surabaya dalam beberapa hari ke depan akan diliputi hujan disertai petir dengan suhu berkisar antara 25–34°C, yang dapat memperburuk dampak banjir rob di beberapa wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi cuaca terkini melalui kanal resmi seperti situs maritim.bmkg.go.id dan media sosial InfoBMKG, serta melakukan langkah pencegahan seperti membersihkan saluran air dan menghindari daerah genangan. <spl>





Komentar