Jakarta — Operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali memanas setelah aparat kepolisian mendapat perlawanan dari sejumlah warga pada Selasa (27/5). Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Utara itu, petugas diserang dengan lemparan batu, petasan, dan berbagai benda keras lainnya oleh sekelompok oknum warga yang diduga merasa terancam oleh kehadiran aparat.
Kombes Pol Ahmad Fuady, Kepala Polres Metro Jakarta Utara, menjelaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari rangkaian upaya berkelanjutan untuk memberantas peredaran narkoba yang sudah lama meresahkan masyarakat di wilayah tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian harus menghadapi tantangan berat berupa perlawanan fisik dari warga yang tidak mau wilayahnya terganggu.
“Kami menyadari bahwa situasi di lapangan cukup sulit. Namun, kami tetap berkomitmen menegakkan hukum demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menghalangi proses hukum dan bekerjasama dengan aparat,” ujar Kombes Fuady.
Dalam penggerebekan tersebut, beberapa tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti narkotika dalam jumlah signifikan. Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Slamet Riyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah meningkatkan intensitas patroli dan mengintensifkan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial dan Kecamatan untuk melakukan penanganan terpadu terhadap kawasan rawan narkoba ini.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga berupaya menggandeng masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba. Kesadaran dan partisipasi warga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” jelas Slamet.
Kampung Bahari sendiri telah lama dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkotika yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Upaya penggerebekan dan penindakan di wilayah ini memang tidak mudah karena sering terjadi perlawanan dan intimidasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Selain melakukan operasi, kepolisian juga berencana melakukan pendekatan persuasif dengan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan setempat untuk membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya narkoba. Diharapkan, dengan kerja sama yang solid antara aparat dan warga, kawasan tersebut dapat bebas dari narkotika dan aktivitas kriminal lainnya.
Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal dan segera melaporkan jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan mereka. Penegakan hukum yang tegas dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan pemberantasan narkoba di Jakarta Utara khususnya di Tanjung Priok. <spl>





Komentar