Barru — Kedatangan jemaah haji Kloter 4 asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (14/6), menyisakan momen tak biasa. Di antara ratusan jemaah, sosok Ketua Rombongan Haji (Karom), H. Muh Alwi, mencuri perhatian dengan gaya nyentrik nan elegan.
Haji Alwi tampil penuh percaya diri mengenakan simagh putih—sorban khas Arab—yang dilengkapi ikat kepala bermotif emas serta jubah kondura berwarna putih. Aksesorinya makin mencolok dengan tambahan kacamata rantai klasik, menambah kesan otoritatif sekaligus unik.
Simagh yang dikenakan Haji Alwi bukan sembarang sorban. Ia menyebutnya sebagai warisan gaya era Raja Abdul Aziz, pendiri Kerajaan Arab Saudi modern. “Sudah lama saya ingin punya ini. Bahkan sebelum berangkat haji, saya sudah niat mencari simagh seperti ini,” ucap Alwi sambil tersenyum, ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang.
Pencariannya pun tak mudah. Ia sempat berkeliling dan bertanya langsung kepada warga Arab Saudi, hingga akhirnya menemukannya di Hotel Hilton. “Barang ini sudah langka, kebetulan ada orang Arab yang masih menyimpan. Saya langsung beli,” ujarnya antusias.
Keunikan penampilan Haji Alwi bukan sekadar untuk bergaya. Selama berada di Tanah Suci, simagh berwarna putih dan ikat kepala emas itu menjadi ciri khasnya agar mudah dikenali oleh jemaah yang ia pimpin. “Kalau sudah lihat dari jauh, mereka langsung teriak, ‘Itu Haji Alwi’,” katanya sembari tertawa.
Ia bahkan memimpin 393 jemaah berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina sejauh tujuh kilometer. Penampilannya yang mencolok justru menjadi penanda sekaligus pemersatu di tengah padatnya perjalanan ibadah.
Tak berhenti di sana, Alwi pun berniat tetap mengenakan simagh kesayangannya ini untuk keperluan lain di tanah air. “Insya Allah, nanti saya pakai kalau ke masjid atau acara pengantin. Ini sudah jadi bagian dari niat saya sejak awal,” tuturnya penuh semangat. <spl>





Komentar