Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Mansyur Damma Bantah Cekik Honorer Dukcapil dan Sebut Hanya Ingin Ambil HP

Foto Anggota DPRD Pinrang Mansyur Damma.

Pinrang — Anggota DPRD Pinrang, Sulawesi Selatan, Mansyur Damma, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap staf honorer Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pinrang, Ayu Lestari. Ia menolak tuduhan penganiayaan yang menyebut dirinya mencekik korban. Menurutnya, ia hanya berusaha mengambil ponsel Ayu karena khawatir rekamannya menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya tidak pernah memukul atau mencekik. Saya cuma mau ambil hapenya karena dia terus merekam dan bilang mau viralkan saya,” ujar Mansyur pada Jumat (17/10).

UNM Perkuat Kompetensi Guru melalui Pembelajaran IoT

Untuk memperjelas duduk perkara, Mansyur menceritakan kembali kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa Ayu terus merekam sambil berbicara dengan nada menantang. Ayu bahkan mengancam akan menyebarkan video tersebut ke media sosial. Menurut Mansyur, tindakan itu berpotensi menyesatkan publik karena dapat mengubah konteks sebenarnya. “Mereka potong videonya supaya kelihatan saya memukul. Padahal saya cuma menyentuh jilbabnya,” ucapnya.

Beberapa saat sebelum insiden, Mansyur mendatangi kantor Disdukcapil untuk mengambil dokumen Kartu Keluarga yang telah ia pesan. Ketika tiba di meja pelayanan, Ayu menanyakan keperluannya. “Saya bilang mau ketemu sekretaris, ada urusan KK,” jelasnya.

Namun suasana mulai memanas. Ayu berbicara dengan nada tinggi dan menyuruh saya menemui Sekretaris Disdukcapil, Suhaebah. Saat bertemu, saya menjelaskan bahwa Ayu bersikap kurang sopan terhadap tamu. Suhaebah kemudian menasihati Ayu agar memperbaiki sikap dan disiplin dalam bekerja.

Tim Pengabdi UNM Perkuat Budidaya Ikan Pujananting

Setelah urusan dengan sekretaris selesai, saya kembali ke meja pelayanan untuk mengambil berkas tambahan. Di sana, saya melihat Ayu kembali mengangkat ponsel dan merekam saya. Situasi kembali panas karena Ayu berbicara dengan nada tinggi dan menyebut akan memviralkan video itu. “Saya bilang, kalau kita petugas, harus sopan melayani masyarakat. Tapi dia malah tambah marah,” tutur Mansyur.

Agar keributan tidak berlanjut, Mansyur memutuskan meninggalkan lokasi. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang masalah. “Saya pergi supaya tidak terjadi keributan. Saya ingin semuanya selesai dengan baik,” katanya.

IKA Sosiologi FISIP Unhas Resmi Dilantik, Dr. Busman Pimpin Periode 2026-2030

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *