Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kesehatan Sulsel

Pinrang Luncurkan Rumah Gizi di 21 Desa, Langkah Nyata Perangi Stunting

Pinrang — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi stunting di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui peluncuran program aksi nyata yang menyasar 21 desa prioritas, dengan kegiatan sosialisasi berlangsung di Gedung PKK Pinrang, Senin (28/7).

Sebagai bagian dari program tersebut, Rumah Gizi hadir di desa-desa lokus sebagai pusat edukasi dan layanan gizi terpadu. Keberadaan fasilitas ini menjadi titik awal pelibatan masyarakat dalam gerakan pencegahan stunting secara menyeluruh.

FT UNM Wujudkan Gerakan Mappaccing UNM

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Pinrang, A. Calo Kerrang, hadir mewakili Bupati H.A. Irwan Hamid, S.Sos. Dalam sambutan tertulis, Bupati menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman stunting.

Menurut Irwan, persoalan stunting tidak hanya berdampak pada fisik anak, tetapi juga mengganggu perkembangan otak, menurunkan produktivitas, dan melemahkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Masalah ini harus kita tangani secara serius dan menyeluruh. Jangan sampai berdampak pada masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

FT UNM Borong Penghargaan Dies Natalis ke-65 UNM

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah membentuk Tim Aksi Stop Stunting yang mulai bertugas selama 90 hari. Tim ini terdiri atas dokter, pendamping gizi, kader desa, dan unsur TP PKK. Kehadiran mereka di tengah masyarakat bertujuan mempercepat edukasi serta pendampingan gizi secara langsung.

Tim Aksi Stop Stunting Siap Terjun ke Lapangan

Fokus utama tim meliputi pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, distribusi formula PMIK, dan penguatan akses layanan gizi dasar di desa. Melalui langkah ini, intervensi dapat menyentuh kelompok paling rentan secara langsung dan berkelanjutan.

Penetapan desa lokus berdasarkan data stunting yang dihimpun oleh dinas kesehatan daerah. Setiap desa tersebut menjalankan peran sebagai percontohan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pinrang.

Mahasiswi FT UNM Juara 1 Lomba Desain Motif Wastra

Melalui kerja sama lintas sektor, Bupati mengajak seluruh pihak untuk ambil bagian. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan para kader kesehatan dalam mendukung program secara aktif.

“Upaya ini hanya berhasil jika semua pihak terlibat dengan komitmen dan kerja nyata,” ucap Sekda A. Calo Kerrang saat membacakan sambutan Bupati.

Sebagai penutup, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat semua elemen yang terlibat. Ia berharap seluruh langkah ini mampu menciptakan perubahan positif bagi masa depan generasi Pinrang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *