Parepare – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, meninjau pelaksanaan normalisasi sungai di Kelurahan Lompoe pada Sabtu (1/11/2025). Kunjungan itu menjadi penutup program pengerukan dan pembersihan sungai yang berlangsung selama satu bulan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Parepare menunjukkan keseriusannya dalam mencegah banjir saat musim hujan tiba.
Tasming mengawasi langsung kondisi hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Jawi-Jawi, tepat di pertemuannya dengan DAS Sungai Karajae. Ia datang bersama sejumlah pejabat Pemkot dan tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Di lokasi, Tasming mengevaluasi hasil kerja lapangan dan memastikan seluruh titik pengerjaan berjalan sesuai rencana.
“Kita ingin melihat sejauh mana hasil pengerukan yang dikerjakan oleh tim PUPR, karena ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar,” kata Tasming.
Sejak awal Oktober, tim PUPR membersihkan endapan lumpur, sampah, dan tanaman liar dari hulu Sungai Jawi-Jawi hingga ke hilir Sungai Karajae. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air, mengurangi potensi penyumbatan, serta menekan risiko genangan di kawasan padat penduduk.
Tasming menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari visi pemerintahannya untuk menata ruang kota dan menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar manfaatnya terasa jangka panjang. “Kami ingin Parepare benar-benar bebas dari banjir. Ini bukan janji, tapi kerja nyata yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Parepare, Budi Rusdi, menjelaskan bahwa pembersihan sungai kali ini menjadi langkah besar setelah banjir besar yang melanda pada akhir 2022 hingga awal 2023. Timnya mengoperasikan dua unit excavator agar pekerjaan berlangsung cepat dan tidak terganggu cuaca. Menurut Budi, kegiatan ini mencakup 2.259 meter di Segmen 1 dan 1.150 meter di Segmen 2 dari total panjang sungai 8.830 meter yang terbagi dalam enam segmen utama.





Komentar