Bone – Warga dari wilayah selatan Kabupaten Bone, khususnya di Kecamatan Kahu dan Bontocani, kembali menyuarakan kekecewaan terhadap proyek perbaikan jalan yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Bone sebesar Rp80 miliar. Mereka merasa terabaikan karena proyek tersebut tidak menyentuh daerah mereka.
Fajar (28), warga Kelurahan Palattae, menyebut pembangunan infrastruktur di Bone tidak merata. Ia menyoroti ketimpangan antara wilayah kota dan pedalaman. “Sepertinya pemerintah hanya peduli pada Watampone dan Bone bagian barat. Sedangkan kami di selatan terus dibiarkan tanpa perhatian,” ungkapnya, Senin (28/7).
Bone Selatan Serasa Anak Tiri dalam Pembangunan
Menurut Fajar, banyak tokoh dan pejabat berasal dari wilayah Bone selatan. Namun, hal itu tidak berdampak positif terhadap pembangunan di kampung halamannya. Ia mengibaratkan situasi ini seperti perlakuan terhadap anak tiri. “Kami merasa dianaktirikan. Kampung kami rusak, tidak ada yang peduli,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Adry (30), warga Dusun Kanrung, Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani. Ia mengeluhkan jalan desa yang rusak parah dan tak pernah tersentuh perbaikan sejak Indonesia merdeka. “Sepanjang hidup saya, belum pernah melihat jalan di sini mulus,” ucap Adry dengan nada kesal.
Buruknya kondisi jalan memaksa warga menghindari akses ke Bone. Banyak warga lebih memilih berobat ke Sinjai karena lebih dekat dan jalurnya tidak terlalu ekstrem. “Kami ke Sinjai saja kalau sakit. Jalur ke pusat Bone terlalu parah,” katanya.
Berbeda dengan nasib warga Palattae dan Bontocani, masyarakat di Kelurahan Toro justru bersyukur karena wilayah mereka masuk daftar penerima proyek perbaikan jalan. Addang (33), salah satu warga, berharap perbaikan jalan bisa memperlancar distribusi hasil pertanian dan menaikkan pendapatan petani. “Dulu pembeli enggan datang karena jalannya jelek. Akhirnya kami jual murah. Semoga dengan jalan bagus, harga hasil panen ikut naik,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang mengalokasikan Rp80 miliar untuk perbaikan 11 ruas jalan tahun ini. Kepala dinas, H. Askar, menyebut anggaran itu meningkat drastis dari tahun sebelumnya, hasil efisiensi belanja daerah. Namun, seluruh titik pengerjaan masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan barat Bone.
Askar menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu giliran pembangunan di wilayah masing-masing. Meski begitu, warga Bone selatan tetap berharap pemerintah tidak terus-menerus mengabaikan kebutuhan dasar mereka.





Komentar