Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Sulsel

Warga Parepare Keluhkan Jalan Petta Unga Penuh Lubang, Pemerintah Janji Perbaiki Tahun Depan

Foto Kondisi Jalan Petta Unga, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Parepare — Jalan Petta Unga di Kecamatan Soreang, Kota Parepare, kini berubah menjadi momok bagi para pengendara. Setiap hari, warga harus melintasi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air, sehingga memicu banyak kecelakaan. Kondisi jalan sepanjang dua kilometer itu semakin parah seiring datangnya musim hujan.

Saat hujan turun, air menutupi lubang yang menganga di sepanjang ruas menuju Pasar Lakessi. Setidaknya terdapat tujuh lubang besar dengan kedalaman mencapai 15 sentimeter. Warga berinisiatif memasang tanda sederhana dari kayu dan botol air mineral agar pengendara bisa menghindari lubang tersebut.

Mahasiswa Teknik Komputer UNM Borong Penghargaan

Beberapa pengendara motor terlihat menepi atau menurunkan kecepatan ketika melintas di lokasi itu. Mubarak, salah satu warga sekitar, mengaku sering menyaksikan pengendara terjatuh karena tak sempat menghindari lubang. “Minggu lalu ada anak-anak jatuh. Dia agak kencang, terus ban motornya masuk lubang,” tutur Mubarak, pada Rabu (22/10).

Mubarak dan warga lainnya sudah lelah dengan kondisi jalan itu yang tak kunjung diperbaiki. Mereka berharap Pemkot Parepare segera turun tangan sebelum ada korban berikutnya. “Semoga pemerintah cepat bertindak. Kasihan kalau sampai ada yang celaka lagi,” ujarnya.

Warga menilai Jalan Petta Unga termasuk jalur penting karena menjadi akses utama dari kawasan Soreang menuju Pasar Lakessi dan sejumlah sekolah. Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga memperlambat aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tersebut.

Pelantikan Kemendiktisaintek Tekankan Pelayanan

Pemerintah Akui Keterbatasan Anggaran

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Parepare, Widin Wijaya, menjelaskan bahwa pemerintah belum bisa memperbaiki jalan itu tahun ini karena keterbatasan anggaran. “Belum ada pengusulan untuk IJD (Infrastruktur Jalan Daerah). Sekarang yang dikerjakan baru Jalan Tasiso dan Lanyer,” kata Widin.

Menurutnya, perbaikan Jalan Petta Unga membutuhkan dana sekitar Rp 29 miliar. Nilai itu terlalu besar untuk ditanggung oleh APBD Parepare, sehingga pemerintah menunggu dukungan anggaran dari pusat. “Kalau tidak ada hambatan, perbaikan bisa dimulai tahun 2026,” jelasnya.

Widin mengakui kondisi jalan tersebut sudah rusak berat. “Petta Unga memang sudah hancur. Kalau hanya mengandalkan APBD, kami cuma bisa tambal jalan-jalan kecil,” ungkapnya. Ia berharap pemerintah pusat segera mengucurkan dana agar proyek perbaikan bisa terlaksana lebih cepat.

Kolaborasi FT UNM Lewat Outbound

Warga kini hanya bisa menunggu sambil terus berhati-hati melintasi jalan rusak itu. Mereka berharap janji perbaikan pada tahun depan bukan sekadar wacana. “Kami tidak butuh janji, kami butuh jalan yang aman,” ucap Mubarak tegas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *