Solok – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan pertanian yang belum dimaksimalkan. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Jumat (30/5).
“Saya melihat masih banyak potensi yang belum dimaksimalkan untuk berinvestasi. Baik investasi bidang pariwisata maupun pertanian,” ujar Bima Arya.
Dalam kunjungannya, Wamendagri mengapresiasi sentra pengolahan bawang goreng di Alahan Panjang, yang merupakan produsen bawang merah terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes, Jawa Tengah.
“Saya bersyukur bisa melihat langsung produsen bawang terbesar di Indonesia kedua setelah Brebes,” katanya.
Selain itu, Bima Arya juga mengagumi keindahan alam Alahan Panjang Resort, khususnya pesona Danau Di Atas.
“Ini merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa. Tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki udara sebersih dan sejuk seperti ini. Bahkan memiliki lima danau sekaligus. Potensi besar ini harus dikelola dengan baik,” katanya.
Kunjungan Wamendagri disambut hangat oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir dan Wakil Bupati Solok Candra. Ivoni berharap kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan perekonomian daerah.
“Kami menyambut Bapak Wamendagri di negeri dingin tanpa salju. Semoga kunjungan ini membawa dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Ivoni.
Sementara itu, Candra menyebut kunjungan ini sebagai momen penting untuk memperkenalkan potensi wisata Alahan Panjang ke tingkat nasional.
“Kami merasa bangga atas kunjungan ini. Selain menjadi ajang promosi, kehadiran Wamendagri juga menjadi dorongan moral bagi pengembangan UMKM dan pariwisata lokal,” ucap Candra.
Dengan potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata, serta dukungan dari pemerintah pusat, Kabupaten Solok diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. <spl>





Komentar