Close sidebar
Advertisement Advertisement
Internasional Peristiwa Transportasi

Penumpang Selamat Kecelakaan Air India Ungkap 33 Detik Horor: “Tubuh Ada di Sekeliling Saya”

PM Modi meets Air India crash survivor in Ahmedabad | Credit: X

Internasional—Vishwash Kumar Ramesh, penumpang Air India AI171, menjadi satu-satunya korban selamat setelah pesawat jatuh 33 detik usai lepas landas dari Bandara Ahmedabad, Rabu (12/6). Dalam wawancaranya dengan media lokal, ia mengaku sadar di antara puing dan jenazah korban. “Ada tubuh di semua sisi saya. Saya ketakutan,” ucap Vishwash, dikutip dari India Times. Pesawat jenis Boeing 787 itu kehilangan kendali dan menabrak asrama medis. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpang dan kru, kecuali Vishwash.

Vishwash duduk di kursi 11A, dekat pintu darurat sisi kiri. Setelah sadar dari benturan, ia melepas sabuk pengaman dan merangkak keluar melalui celah yang terbuka. “Saya tidak perlu melompat. Saya berjalan keluar,” ujarnya dalam wawancara yang disiarkan DD News. Setelah keluar, ia langsung mencari bantuan dan dievakuasi ke Rumah Sakit Civil Ahmedabad. Tim medis menyatakan ia mengalami luka ringan di wajah, tangan, dan kaki.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Menurut Vishwash, pesawat sempat terasa kehilangan daya selama 5–10 detik setelah lepas landas. Lampu kabin sempat berkedip sebelum terdengar suara keras dan pesawat menukik. Ia sempat mendengar suara darurat dari pilot sebelum kecelakaan terjadi. Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan India (AAIB) kini tengah menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat. Kuat dugaan, terdapat kegagalan sistem mesin dalam penerbangan tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi sempat mengunjungi Vishwash di rumah sakit pada Kamis (13/6). Dalam pertemuan itu, Vishwash menceritakan detik-detik ia selamat dari reruntuhan. Pemerintah India menyatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap pemulihannya. Keluarga korban dan masyarakat India turut memberikan doa dan simpati. Vishwash masih dalam pengawasan intensif, meski kondisinya kini stabil.

Beberapa pakar menyebut posisi kursi Vishwash menjadi faktor keselamatan penting. Kursi 11A berada dekat dengan pintu darurat, yang memudahkan evakuasi pascakecelakaan. Namun, para ahli seperti Tony Cable menekankan bahwa faktor keselamatan dalam kecelakaan bersifat acak. “Tidak ada tempat duduk yang benar-benar aman dalam kecelakaan udara,” ujarnya. Investigasi teknis dari kotak hitam dan data penerbangan masih berlangsung. <spl>

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *