Makassar – Kota Makassar terus melangkah menuju pembangunan berkelanjutan dengan menggandeng mitra internasional. Kali ini, dukungan datang dari Future Cities Infrastructure Programme (FCIP), sebuah inisiatif dari Kedutaan Besar Inggris, yang memaparkan konsep pengembangan pengelolaan sampah dan infrastruktur berkelanjutan langsung di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
“Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kota yang mengintegrasikan inovasi, lingkungan, dan inklusi sosial dalam pembangunan infrastrukturnya. Kami siap mendampingi dan memberikan dukungan teknis untuk mewujudkan itu,” ujar Judith, perwakilan FCIP, Rabu (4/6), di Makassar.
Program FCIP difokuskan pada peningkatan kapasitas kota, khususnya dalam hal perencanaan kota, pengelolaan limbah, mobilitas hijau, serta pembangunan infrastruktur cerdas. Judith menyebut, kunjungan ke Makassar merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah dilakukan sebelumnya di Jakarta bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar dan sejumlah mitra swasta.
“Waktu itu kami berdiskusi intens bersama tim dari BRIDA dan mitra kami, termasuk PT Shinko Teknik Indonesia dan Tim Wirah. Kemudian kali ini kami diberi waktu untuk menyampaikan langsung rencana penguatan infrastruktur berkelanjutan kepada Bapak Wali Kota,” jelasnya.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari skema City Investment Plans (CIP) yang dirancang untuk menarik investasi strategis dalam pembangunan kota. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengolahan sampah menggunakan pendekatan teknologi modern yang efisien dan ramah lingkungan, serta penguatan sistem kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai keterlibatan mitra internasional seperti Kedubes Inggris penting untuk mempercepat transformasi Makassar menjadi kota masa depan yang berdaya saing global.
“Kota Makassar telah diminta untuk hadir di Jakarta pada pertengahan Juni mendatang untuk membahas kelanjutan proyek secara lebih teknis dan rinci. Sementara itu, bagi daerah yang belum melakukan kontrak, proyek kemungkinan akan ditender ulang pada Juli,” ungkap Munafri.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan mitra internasional, Makassar diharapkan mampu menjadi pionir dalam pengelolaan sampah modern dan kota berkelanjutan di Indonesia. <spl>





Komentar