Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Ekonomi Makassar Sulsel

Tomat hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu Deflasi 0,34 Persen di Sulsel Mei 2024, Ini Penjelasan BPS

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan

Makassar — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,34 persen pada Mei 2024. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama tomat, cabai rawit, dan beberapa sayuran lainnya yang memberikan andil cukup besar terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan bahwa deflasi ini merupakan hasil pengamatan dari lima kota indeks harga konsumen (IHK), yaitu Makassar, Bulukumba, Watampone, Palopo, dan Parepare. Dari seluruh kota tersebut, semuanya mengalami deflasi.

Unit Usaha FT UNM Tawarkan Produk Unggulan Pertanian

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu sebesar 1,22 persen,” ungkap Aryanto di Makassar, Senin (3/6).

Beberapa komoditas utama penyumbang deflasi adalah tomat, cabai rawit, dan bawang merah. Penurunan harga ini, menurut BPS, sangat berpengaruh karena kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki bobot besar dalam penghitungan inflasi.

“Andil deflasi tertinggi berasal dari komoditas tomat sebesar 0,13 persen, disusul cabai rawit 0,08 persen, dan bawang merah sebesar 0,03 persen,” jelas Aryanto.

Sepeda Listrik FT UNM Raih Apresiasi Rektor

Selain kelompok makanan, kelompok lainnya yang juga mencatat penurunan adalah transportasi dan penyediaan makanan dan minuman/restoran. Meski tidak sebesar kelompok makanan, kelompok ini turut memperkuat angka deflasi.

Sementara itu, ada pula kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi atau kenaikan harga. Salah satunya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi sebesar 0,17 persen dengan andil 0,01 persen. Kenaikan ini utamanya disebabkan naiknya harga emas perhiasan,” ujar Aryanto.

FT UNM Pamerkan Karya Inovatif Berdampak

Meski terjadi deflasi pada Mei 2024, laju inflasi tahunan (year on year) Sulawesi Selatan masih berada pada kisaran aman, yakni sebesar 2,92 persen, dengan tingkat inflasi tahun kalender mencapai 1,34 persen.

Secara umum, deflasi ini menunjukkan bahwa pasokan bahan pangan masih mencukupi dan stabil, namun BPS tetap mengingatkan agar pemerintah dan pelaku pasar menjaga ritme distribusi serta produksi agar tidak terjadi fluktuasi tajam pada bulan-bulan mendatang. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *