Sidrap – Dua granat tangan aktif jenis nanas ditemukan tersimpan di loteng rumah panggung milik almarhum Serma Purnawirawan TNI Kanto alias Karaeng Patiroi, seorang pejuang kemerdekaan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi pada Minggu (1/6) sekitar pukul 15.00 WITA di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe.
Granat tersebut pertama kali ditemukan oleh cucu almarhum, Muhammad Ikbal (22), saat melakukan perbaikan atap rumah. Ia menemukan sebuah peti kayu tua berisi dua granat tangan, helm baja, ransel kecil, perlengkapan militer seperti pilbek, penyelesak, empat magazen senjata standar, dua sarung magazen, dan sebuah kotak amunisi.
“Saya menemukan peti itu di sudut loteng rumah saat mengganti atap. Di dalamnya ada dua granat jenis nanas dan beberapa perlengkapan militer lainnya,” ujar Ikbal kepada petugas yang datang ke lokasi.
Putri almarhum, Hj. Andi Cahya (65), membenarkan bahwa barang-barang tersebut adalah milik ayahnya yang pernah bertugas di TNI dan pensiun pada 1972. “Granat itu disimpan sejak lama. Sekitar tahun 1990-an saya pernah melihatnya, tetapi tidak tahu bahwa itu masih aktif,” ujarnya kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan warga, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.I.K., M.H., bersama Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Awaloeddin memimpin langsung evakuasi dan pemusnahan granat aktif tersebut. Proses pemusnahan dilakukan di lapangan tembak milik Kodim 1420 Sidrap di wilayah Bilokka.
“Penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. Granat langsung kami musnahkan demi menjamin keselamatan masyarakat,” kata AKBP Fantry saat diwawancarai di lokasi pemusnahan.
Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Awaloeddin menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam penanganan ini merupakan bentuk sinergi dalam menjaga keamanan wilayah. “Dua granat aktif ini berpotensi menimbulkan risiko tinggi jika tidak segera ditangani,” jelasnya.
Pemusnahan dilakukan oleh tim penjinak bahan peledak (Jihandak) dengan metode High-Order Detonation, dan seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala. Lokasi sekitar juga telah diamankan sebelum proses dimulai.
Kapolres Sidrap mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan benda-benda berbahaya seperti granat atau amunisi, meski dianggap sebagai peninggalan sejarah. “Jika menemukan benda mencurigakan, segera laporkan ke aparat. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi penemuan maupun lokasi pemusnahan dinyatakan aman dan terkendali. <spl>





Komentar