Luwu Utara – Jembatan rusak Luwu Utara nyaris ambruk dan mengisolasi enam desa di Kecamatan Seko. Jembatan kayu sepanjang sekitar 30 meter itu menghubungkan Desa Embonata dengan lima desa lain, namun usia membuat papan-papannya bolong dan berbahaya untuk dilewati warga.
Warga bersama anggota TNI menutup jembatan sementara dan membangun rakit darurat. Mereka menggunakan rakit sederhana itu untuk menyeberangkan pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Dengan begitu, warga tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan meski akses utama terancam putus.
Sertu Rahmat, Babinsa Kodim 1404 Palopo, menjelaskan, “Kami sepakat membuat penyeberangan darurat agar warga tetap bisa menyeberang. Warga harus berhati-hati terutama saat hujan karena aliran sungai menjadi sangat deras.”
Selain itu, warga meminta pemerintah daerah segera membangun jembatan permanen. Dhial, salah satu warga, menegaskan, “Kami ingin pemerintah daerah segera memperbaiki atau membangun jembatan baru agar aktivitas warga kembali normal.”
Dengan langkah cepat dari warga dan TNI, warga tetap bisa menyeberang sungai dan mengurangi risiko kecelakaan akibat jembatan rusak Luwu Utara.





Komentar