Jakarta – Pemerintah Rusia mengungkap rencana penandatanganan empat dokumen penting antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, saat kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/6).
Informasi ini disampaikan oleh penasihat Presiden Rusia, Yury Ushakov, seperti dilansir kantor berita TASS. Ushakov menyebut bahwa dokumen yang akan diteken mencakup kerja sama dalam bidang pertahanan, pendidikan, dan hubungan bilateral lainnya.
“Empat dokumen akan ditandatangani. Yang pertama adalah pernyataan bersama antara Presiden Rusia dan Presiden Indonesia. Ada pula dokumen antarkementerian dan institusi lain, termasuk dalam bidang pertahanan dan pendidikan,” kata Ushakov, dikutip dari TASS, Rabu (18/6).
Ushakov juga menekankan bahwa pertemuan ini akan menjadi pembuka bagi babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara. Prabowo diketahui tengah melakukan kunjungan luar negeri pertamanya sebagai presiden terpilih, dan Rusia menjadi salah satu negara yang ia datangi dalam lawatannya.
Selain TASS, laporan mengenai rencana pertemuan ini juga dilansir oleh beberapa media internasional lainnya seperti RT dan RIA Novosti yang mengonfirmasi adanya agenda bilateral strategis antara Moskow dan Jakarta.
Kunjungan ini dinilai penting karena menandai peningkatan hubungan bilateral, khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Indonesia dan Rusia sebelumnya telah menjalin kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, energi, dan pendidikan. <spl>





Komentar