Makassar – Pejabat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. Melalui kerja sama ini, ia menargetkan penurunan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan stunting di Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan ajakan tersebut secara langsung ketika membuka Konferensi Wilayah Fatayat NU Sulsel di Hotel Dalton, Makassar, pada Senin (08/07).
Organisasi Perempuan Didorong Pejabat Wali Kota Makassar Aktif Hadapi Tantangan Kesehatan
Dalam sambutannya, Munafri menyoroti urgensi peran aktif organisasi perempuan dalam mencegah kekerasan domestik. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa stunting tetap menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemerintah daerah, menurutnya, terus menjalankan strategi yang terarah dan berkelanjutan.
Dengan demikian, angka stunting dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi berbagai pihak. Di sisi lain, ia meyakini bahwa keterlibatan organisasi perempuan seperti Fatayat NU akan mempercepat tercapainya kondisi keluarga yang lebih sehat dan mandiri.
Fatayat NU Dinilai Siap Oleh Pejabat Wali Kota Makassar Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Selanjutnya, Munafri menilai bahwa Fatayat NU memiliki kapasitas besar dalam menyebarkan informasi penting terkait kesehatan dan perlindungan perempuan. Oleh sebab itu, ia mendorong organisasi ini untuk tampil lebih aktif dalam menyosialisasikan edukasi secara luas, terutama di tingkat komunitas dan keluarga.
Di samping itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah membuka jalur kolaborasi yang inklusif agar program pencegahan dapat berjalan secara efektif. Dengan kerja sama yang intensif, ia yakin tujuan besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dapat segera tercapai.
Konferwil Usung Tema Transformasi Perempuan Muda NU
Sementara itu, Konferensi Wilayah Fatayat NU tahun ini mengangkat tema “Transformasi Perempuan Muda Nahdlatul Ulama untuk Kemandirian Bangsa.” Tema tersebut, pada dasarnya, mencerminkan semangat Fatayat NU dalam mendorong pemberdayaan perempuan muda secara aktif. Bahkan, menurut sejumlah peserta, tema ini menjadi wujud nyata dari visi besar organisasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Sulsel, Andi Tenri Awaru, menghadiri acara tersebut bersama pengurus cabang dari berbagai daerah. Tak hanya itu, sejumlah tokoh dan tamu undangan pun hadir untuk memberikan dukungan terhadap agenda perubahan ini.
Fatayat NU Konsisten Perkuat Peran Sosial dan Keluarga
Di sisi lain, Fatayat NU yang merupakan bagian dari struktur otonom Nahdlatul Ulama terus konsisten dalam memperkuat peran perempuan, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Selain itu, organisasi ini secara aktif menyelenggarakan kegiatan sosial dan pendampingan terhadap kelompok rentan yang memerlukan dukungan.
Oleh karena itu, Munafri menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Fatayat NU yang selama ini membantu program-program pemerintah, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Ia pun berharap Fatayat NU dapat terus memperluas jangkauan kegiatan hingga ke tingkat akar rumput.
Pejabat Wali Kota Makassar Ajak Kader Berkontribusi Lewat Aksi Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk mengambil bagian dalam kontribusi nyata yang berdampak langsung. Dengan cara itu, mereka bisa hadir di tengah masyarakat dan menjawab tantangan secara konkret. Lebih lanjut, ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan perlu diperkuat dari waktu ke waktu.
Sebab, menurutnya, kerja sama lintas sektor akan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat, aman, serta ramah bagi perempuan dan anak-anak.
Pemkot Maksimalkan Layanan Kesehatan dan Sosial
Tidak hanya itu, Munafri juga menegaskan bahwa pemerintah kota terus berupaya memaksimalkan layanan kesehatan dan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terlibat secara aktif dalam menciptakan keluarga yang lebih sejahtera.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa pemerintah telah menyusun target jangka menengah untuk menurunkan angka KDRT dan stunting secara nyata. Melalui pendekatan lintas program dan pelibatan komunitas, ia optimistis perubahan akan terjadi secara sistemik.
Konferensi Bahas Rencana Kerja dan Kolaborasi Strategis
Sebagai penutup, para peserta Konferensi Wilayah Fatayat NU membahas rencana kerja organisasi selama satu hari penuh. Dalam forum ini, mereka juga menggali berbagai peluang kolaborasi yang strategis dengan pemerintah daerah dan mitra lainnya.
Tidak hanya itu, mereka juga merumuskan strategi penguatan peran perempuan muda dalam berbagai sektor. Dengan semangat yang sama, Fatayat NU Sulsel menyatakan kembali komitmennya untuk mendukung pembangunan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.





Komentar