Takalar – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite langka. Sejak Sabtu (20/9/2025) siang, tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yakni SPBU 74.922.47 Panaikang, SPBU 74.921.06 Kalampa’, dan SPBU 74.902.08 Tepo’ sudah kehabisan stok Pertalite. Kondisi tersebut memaksa warga berbondong-bondong ke SPBU 74.922.02 Kalabbirang yang masih memiliki persediaan terbatas.
Situasi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kendaraan mobil bahkan tampak mengular hingga ke Jalan Poros Jenderal Soedirman. Suasana semakin semrawut karena banyak pengendara yang khawatir tidak kebagian BBM.
Pertalite dan Masalah Pasokan
Manajer SPBU Kalampa, Basir, menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan Pertalite sudah berlangsung lebih dari sepekan. Biasanya pasokan datang pada malam hari dengan volume 16 ton, namun belakangan hanya separuhnya, yakni sekitar 8 ton. “Tadi malam masuk, sekarang siang sudah habis,” ungkap Basir saat ditemui.
Akibat berkurangnya pasokan tersebut, stok BBM tidak mampu bertahan lama. Kondisi ini membuat pengendara terpaksa mencari SPBU lain, meskipun seringkali hasilnya nihil. Kasriadi (29), salah satu pembeli, mengaku sudah mengunjungi dua SPBU namun semuanya kosong. “Mau tidak mau ikut antri lama,” keluhnya.
Sementara itu, Dahlia Daeng Kebo, warga lainnya, menuturkan dirinya sudah menghabiskan waktu hampir setengah jam untuk mengantri. Ia juga mengingat kembali pengalaman serupa sehari sebelumnya di SPBU Panaikang. “Kemarin juga begini, antri panjang sekali,” ujarnya.
Kondisi kelangkaan Pertalite ini menimbulkan keresahan masyarakat karena kebutuhan transportasi sehari-hari menjadi terganggu. Warga berharap pihak terkait segera melakukan langkah cepat agar pasokan kembali normal dan antrean panjang tidak lagi terjadi.





Komentar