Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Nasional

Erwin Aksa bicara Politik Tengah di UIN Alauddin Makassar

Anggota DPR RI Erwin Aksa di dampingi dengan Presma DEMA UIN Makassar Muh.Zulhamdi Suhafid, saat di wawancarai oleh wartawan.(foto:saepul/ngerti.id)

Makassar – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Islamic Leadership Forum pada Minggu siang (23/11/2025) dengan tema “Relasi Islam dan Pancasila dalam Kehidupan Politik”. Acara ini menghadirkan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Erwin Aksa, sebagai pembicara utama.

Ketua DEMA UIN Makassar,Muh.Zulhamdi Suhafid,menyambut baik kehadiran Erwin Aksa. Ia menilai forum ini membuka ruang dialog konstruktif antara mahasiswa dan tokoh nasional.“Kami menganggap beliau layak menjadi bagian dari kegiatan ini karena pembahasan relasi Islam dan Pancasila sejalan dengan tugas dan fungsi Komisi VIII DPR RI,” ujarnya. DEMA berharap diskusi semacam ini terus hadir sebagai ruang literasi politik bagi mahasiswa.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Pada sesi wawancara, Erwin Aksa menegaskan pentingnya pertemuan seperti ini bagi generasi muda.“Yang penting generasi muda mengetahui bahwa teman-teman di DPR, termasuk saya, harus terus berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi dan keluhannya,”katanya. Ia menambahkan bahwa DPR berperan memperbaiki kebijakan publik sekaligus mengawasi anggaran negara.

Politik Tengah dan Relasi Islam–Pancasila

Erwin Aksa kemudian menjelaskan bahwa politik tengah telah lama menjadi karakter politik Indonesia.“Politik tengah selalu memimpin karena kita punya umat Islam moderat yang jumlahnya besar.Masyarakat Indonesia ingin damai dan rukun, dan itu sejalan dengan ajaran Islam,”jelasnya.

Erwin Aksa, Saat berdiskusi dengan Mahasiswa mengenai politik tengah.(foto:saepul/ngerti.id)

Ia menilai relasi Islam dan Pancasila berkembang secara alami karena masyarakat Indonesia mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman.“Kita tidak mengalami konflik seperti di Timur Tengah. Kita hidup rukun, damai, dan mengamalkan Pancasila dengan baik,” ucapnya.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Pendidikan dan Ekonomi Jadi Kunci Redam Intoleransi

Erwin juga menyoroti potensi peningkatan intoleransi di tengah tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan dan ketahanan ekonomi memegang peran penting dalam menghambat masuknya paham ekstrem.“Kalau masyarakat hidup dalam kemiskinan atau kemiskinan ekstrem, godaan paham ekstrem lebih mudah masuk,” ungkapnya.

Foto bersama dengan Mahasiswa dan elemen pemuda kota makassar.(foto:saepul/ngerti.id)

Ia mendorong pemerintah memperluas lapangan kerja formal, memperbaiki ekonomi keluarga, mengurangi ketergantungan pada pinjaman, dan mengalirkan investasi ke sektor produktif.

Buku ‘Jalan Tengah Golkar’

Di akhir sesi, Erwin memperkenalkan bukunya berjudul Jalan Tengah Golkar yang mengulas posisi ideologis Golkar sebagai partai yang menjaga Pancasila.“Di situ dijelaskan relevansi politik hari ini dan bagaimana Golkar mengawal negara tetap toleran, damai, dan bersatu,” tuturnya.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Erwin menegaskan bahwa Golkar memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga stabilitas bangsa.
“Banyak keberhasilan kebijakan Golkar yang menjaga negara kita tetap toleran dan bersatu,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *