Makassar – Harapan baru muncul bagi industri perhotelan di Indonesia setelah pemerintah pusat resmi mengizinkan pemerintah daerah (Pemda) untuk kembali menggelar kegiatan, termasuk rapat dan acara resmi, di hotel dan restoran. Kebijakan ini diyakini akan menghidupkan kembali sektor perhotelan yang sempat lesu akibat larangan yang diberlakukan untuk efisiensi anggaran.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengonfirmasi kebijakan tersebut dalam pernyataannya yang dikutip pada Sabtu (7/6). “Daerah boleh melaksanakan kegiatan di hotel dan restoran,” tegas Tito.
Keputusan ini langsung disambut positif oleh pelaku industri, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel. Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga menyebut kebijakan ini sebagai titik terang bagi industri yang selama ini terdampak cukup parah. “Ini sebuah kebijakan yang patut disyukuri karena hilal kebangkitan pasca hunian (hotel) yang sangat sepi,” ujar Anggiat, Sabtu (7/6).
Menurutnya, kegiatan pemerintahan berkontribusi besar terhadap tingkat hunian hotel dan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). “Data kontribusi kegiatan pemerintah sangat signifikan, yakni 40 sampai 50 persen tingkat hunian dan MICE dari segmen pemerintahan,” jelas Anggiat.
Saat ini, rata-rata tingkat hunian hotel di Sulawesi Selatan masih berada di angka 30–35 persen, angka yang cukup rendah dibandingkan sebelum kebijakan efisiensi diberlakukan. Namun, Anggiat optimistis, dengan adanya pelonggaran ini, okupansi bisa meningkat ke angka 48–54 persen. “Masih jauh dibanding rata-rata sebelum efisiensi, yang bisa tembus 58 sampai 63 persen,” tambahnya.
Sebagai CEO Phinisi Hospitality Indonesia, Anggiat menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat pemulihan. Ia berharap kebijakan ini tidak hanya bertahan sementara, melainkan menjadi langkah strategis jangka panjang demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri perhotelan nasional.
Dengan dibukanya kembali keran kegiatan pemerintahan di hotel dan restoran, sektor pariwisata dan perhotelan pun kembali memiliki ruang untuk tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemulihan ekonomi lokal. <spl>





Komentar