Makassar – LPM Profesi UNM menggelar Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2025 di Convention Hall FIP, Kamis (2/09/2025). Dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Umum LPM Profesi, Firmansyah, menyampaikan tema besar yang terusung sekaligus harapan terhadap keberlangsungan pelatihan jurnalistik tahunan ini.
Firmansyah menegaskan bahwa DJMTD 2025 mengangkat tema “Persma di Tengah Perang Wacana dan Algoritma”. Menurutnya, tema tersebut terpilih karena sejalan dengan dinamika media massa yang kini terpengaruhi oleh dominasi algoritma dan derasnya arus wacana publik. Kondisi tersebut menuntut pers mahasiswa agar tetap kritis, adaptif, dan berani menyuarakan kebenaran.
“DJMTD tahun ini tidak hanya fokus pada keterampilan menulis berita atau teknik jurnalistik dasar. Kami juga ingin menanamkan keberanian untuk melawan arus informasi yang menyesatkan dan membekali peserta dengan jiwa kritis dalam melihat realitas,” ujar Firmansyah dalam sambutannya.
Persma dan Perang Wacana
Lebih jauh, Firmansyah menyampaikan bahwa perang wacana yang terjadi di ruang publik saat ini menempatkan pers mahasiswa pada posisi penting sebagai penyeimbang informasi. Ia mengingatkan bahwa arus algoritma media sosial sering kali hanya menyajikan konten populer, bukan yang bernilai kebenaran. Karena itu, keberadaan kader pers mahasiswa yang kritis di harapkan mampu menghadirkan perspektif alternatif bagi masyarakat kampus maupun publik luas.
Selain itu, DJMTD 2025 juga proyeksi sebagai wadah regenerasi kader pers mahasiswa di UNM. Kegiatan ini bukan hanya sekadar forum pelatihan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter yang menjunjung integritas dan kreativitas.
Menutup sambutannya, Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana. Ia mengakui kerja keras tim yang telah mempersiapkan acara sejak jauh hari. “Saya berharap DJMTD tahun ini menjadi momentum lahirnya kader pers mahasiswa yang kritis, kreatif, dan berintegritas. Semoga kegiatan ini memberikan dampak nyata, baik bagi peserta maupun perkembangan dunia pers mahasiswa,” tutupnya.
Dengan tema yang relevan terhadap situasi media kontemporer, DJMTD 2025 tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga arena perlawanan intelektual terhadap dominasi wacana dan algoritma.





Komentar