Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima audiensi dari Oceva Indonesia di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar. Pertemuan ini membahas rencana investasi pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Sulawesi Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Jufri menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel siap mendukung inisiatif investasi ini. Ia mengatakan proses dukungan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), yang dilanjutkan dengan penerbitan surat dukungan resmi dari pemerintah daerah.
“Perlu ada surat dukungan dari kepala daerah, minimal untuk memulai proses identifikasi lahan dan potensi kerja sama di lapangan,” kata Jufri, dikutip dari laman resmi Pemprov Sulsel, Jumat (6/6).
Kabupaten Takalar menjadi salah satu lokasi yang diusulkan sebagai titik awal pembangunan pabrik karena kedekatannya dengan sentra bahan baku. Oceva Indonesia menyampaikan bahwa dibutuhkan lahan minimal seluas 11 hektare untuk mendukung kebutuhan produksi dan operasional pabrik.
Fahrana Amelia Lubis, Founder Oceva Indonesia, menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperoleh dukungan pemerintah daerah dalam mendukung rencana investasi hilirisasi rumput laut. Oceva Indonesia menargetkan Takalar dan Maros sebagai lokasi pilot project, karena dua wilayah tersebut merupakan sentra utama produksi rumput laut di Sulawesi Selatan.
“Rencana ini sudah kami persiapkan sejak tahun lalu. Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung secara teknis maupun administratif,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen produksi rumput laut nasional berasal dari wilayah ini, dengan daerah seperti Takalar, Maros, Pangkep, Bone, dan Kepulauan Selayar sebagai penghasil utama.
Produksi rumput laut Sulsel pada tahun 2023 mencapai lebih dari 3 juta ton, yang sebagian besar diekspor ke Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa. Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri tengah mendorong percepatan hilirisasi sektor kelautan untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat daya saing daerah. <spl>





Komentar