Jakarta — Penyanyi legendaris asal Amerika Serikat, Connie Francis, meninggal dunia pada dini hari Kamis, (17/07/25), dalam usia 87 tahun. Manajer sekaligus sahabat dekatnya, Ron Roberts, mengumumkan kabar ini melalui unggahan di Facebook pada pagi harinya.
“Dengan hati yang sangat berat dan duka mendalam saya sampaikan bahwa Connie Francis telah meninggal tadi malam,” tulis Roberts, dikutip dari People Magazine.
Lagu Viral di TikTok, Penyanyi Legendaris Connie Francis Kembali Dikenal Generasi Muda
Nama Connie Francis kembali mencuri perhatian publik setelah lagu yang ia rilis pada 1962, “Pretty Little Baby”, viral di platform TikTok. Lebih dari 17 juta video menggunakan lagu tersebut, dan total tayangan mencapai 27 miliar secara global. Fenomena ini bahkan mendorong lagu itu masuk ke tangga lagu Spotify Global dan AS pada Maret 2025.
Beberapa hari sebelum wafat, Connie menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami rasa sakit ekstrem. Ia membagikan kondisinya melalui Facebook pada (02/07/25). Dua hari kemudian, ia sempat menunjukkan perbaikan, tetapi kesehatannya kembali menurun hingga akhirnya ia berpulang dengan tenang.
Connie Francis lahir dengan nama Concetta Rosa Maria Franconero di Newark, New Jersey, pada 12 Desember 1937. Sejak kecil, ia sudah menyanyi dan tampil di berbagai acara TV, seperti Startime dan Arthur Godfrey’s Talent Scouts. Kariernya melejit setelah lagu “Who’s Sorry Now?” tayang di program American Bandstand pada 1958.
Sepanjang kariernya, Connie berhasil menempatkan 35 lagu di tangga lagu Billboard Top 40. Tiga di antaranya mencapai posisi puncak, yakni “Everybody’s Somebody’s Fool”, “My Heart Has a Mind of Its Own”, dan “Don’t Break the Heart That Loves You”.
Walaupun pernah mengalami tragedi seperti kekerasan seksual, kehilangan saudara, dan gangguan kesehatan mental, Connie tetap aktif bernyanyi hingga 2018. Ia juga lantang menyuarakan isu trauma dan kesehatan jiwa. Connie merilis dua buku memoar: Who’s Sorry Now? (1984) dan Among My Souvenirs (2017).
Popularitas “Pretty Little Baby” di era digital membawa generasi muda kembali mengenal karya-karyanya. Dalam wawancara terakhir, Connie mengungkapkan rasa haru dan menyebut kembalinya lagu itu sebagai “warisan hidup yang luar biasa.”





Komentar