Close sidebar
Advertisement Advertisement
Internasional Peristiwa

Aparat Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba di Perairan Karimun

pengagalan kasus penyelundupan narkoba

Karimun, Kepulauan Riau – Operasi gabungan antara Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI Angkatan Laut, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba skala besar di wilayah perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dari operasi ini, aparat berhasil mengamankan sebuah kapal asing beserta muatan narkoba jenis sabu yang diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 ton.

Operasi tersebut digelar menyusul laporan intelijen tentang adanya aktivitas mencurigakan kapal berbendera asing yang masuk melalui perairan internasional menuju wilayah Indonesia. Kapal yang diketahui bernama Sea Dragon itu langsung dihentikan dan digeledah oleh tim gabungan di titik koordinat laut sekitar perbatasan Indonesia-Malaysia.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Dalam penggeledahan tersebut, aparat menemukan sabu dalam jumlah besar yang dikemas dalam ratusan bungkus plastik bening dan disembunyikan di lambung kapal. Kemasan itu dibungkus rapi dalam karung dan wadah tahan air untuk menghindari deteksi alat pelacak serta pelindung anjing pelacak. Selain itu, penyelundup diduga menggunakan teknik double hull (lambung ganda) untuk menyembunyikan sabu agar tidak terdeteksi radar maupun inspeksi visual.

“Ini merupakan modus yang sudah sangat canggih dan terencana. Mereka memanfaatkan kapal asing dan menyamarkannya sebagai kapal nelayan untuk menghindari kecurigaan,”
ungkap Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, Kepala BNN, dalam konferensi pers di Batam usai operasi.

Dalam operasi ini, petugas berhasil menangkap sedikitnya lima orang awak kapal, terdiri dari tiga warga negara asing (WNA) dan dua warga negara Indonesia (WNI). Seluruh tersangka langsung diamankan dan dibawa ke darat untuk pemeriksaan lanjutan.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Pihak berwenang menduga kapal Sea Dragon merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional yang biasa beroperasi di wilayah Segitiga Emas dan menyuplai narkoba melalui jalur laut menuju Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

“Jalur laut menjadi pilihan utama karena jangkauan pengawasannya lebih luas dan rawan disusupi. Tapi kami telah meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah strategis seperti Selat Malaka, Laut Natuna, dan perairan Karimun,”
tambah Komandan Gugus Keamanan Laut TNI AL Laksamana Muda Arief Pranata.

Hingga saat ini, barang bukti narkoba masih dalam proses perhitungan dan pengujian laboratorium untuk memastikan jenis dan kadar zat berbahaya yang dikandungnya. Jika terbukti mencapai 2 ton, maka ini akan menjadi salah satu penyelundupan narkoba terbesar yang berhasil digagalkan sepanjang tahun 2025.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Penyelidikan terhadap jaringan yang lebih luas terus dikembangkan. BNN bekerja sama dengan Interpol dan otoritas keamanan dari negara-negara terkait untuk mengungkap sumber produksi serta jalur pengiriman narkoba tersebut.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) yang menyebut bahwa sinergi antar-instansi adalah kunci utama dalam memberantas kejahatan narkotika yang semakin terorganisir.

“Ini adalah bukti bahwa dengan kerja sama lintas lembaga, kita bisa menekan laju penyelundupan narkoba yang mengancam masa depan generasi bangsa,”
ujar Deputi V Kemenko Polhukam, Brigjen TNI (Purn) Surya Mahendra.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di jalur laut, darat, dan udara, serta memperketat hukuman terhadap para pelaku tindak pidana narkotika. BNN juga menyerukan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi dan menjaga lingkungan dari pengaruh jaringan narkoba.

Kasus ini masih terus dikembangkan, dan aparat menyatakan siap untuk mengumumkan perkembangan lanjutan dalam beberapa hari ke depan, termasuk hasil uji laboratorium dan identifikasi jaringan internasional yang terlibat. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *