Makassar – Sebuah gambar yang beredar di Group Whatsapp baru-baru ini menjadi perhatian publik. Karena menampilkan dugaan adanya aktivitas yang menggunakan simbol-simbol terkait gerakan Separatisme Papua Merdeka di area Universitas Hasanuddin (Unhas).
Gambar tersebut menunjukkan sekelompok orang berdiri di depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas. Dalam aksi tersebut, mereka terlihat membentangkan dua bendera. Salah satu bendera yang dibentangkan berwarna merah dengan bintang putih dan tulisan yang diidentifikasi sebagai simbol dari kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Bendera lainnya memiliki corak yang menyerupai Bintang Kejora, yang dikenal sebagai simbol identitas politik bagi kelompok pro-Papua Merdeka.
Narasi yang menyertai unggahan gambar tersebut mengklaim adanya “penyusupan gerakan separatis Papua merdeka” di kampus Unhas.
Hingga laporan ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rektorat Universitas Hasanuddin maupun aparat keamanan setempat untuk mengklarifikasi konteks, waktu, serta identitas individu-individu yang terlibat dalam aksi yang terekam dalam gambar tersebut.
Kehadiran simbol-simbol sensitif di lingkungan kampus kerap memicu diskusi dan reaksi beragam terkait kebebasan berekspresi, batas-batas akademik, dan ketaatan terhadap ideologi negara.





Komentar