Makassar – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), memberikan pesan penting kepada para wisudawan Universitas Hasanuddin (Unhas) saat menghadiri prosesi wisuda di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Selasa (3/6).
Dalam orasi ilmiahnya, JK mengingatkan para lulusan untuk menyimpan ijazah dengan baik karena dokumen tersebut bisa menjadi krusial di masa depan, terutama saat seseorang berada di posisi publik.
“Saya semenjak lulus tahun 1967, cuma satu kali saya buka ijazah saya. Tapi tetap harus hati-hati menyimpannya. Suatu hari nanti, bisa saja dipertanyakan kalau tidak ada aslinya,” ujar JK disambut gelak tawa para hadirin.
Dengan gaya khasnya yang santai namun penuh makna, JK juga menyarankan agar ijazah dilindungi secara fisik.
“Tolong diplastik itu ijazah supaya aman. Setelah dapat dari rektor, simpan saja di lemari, jangan sering-sering dibuka,” tambahnya.
Meski pernyataan tersebut dibalut dengan candaan, JK menyampaikan pesan serius mengenai pentingnya dokumen akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban intelektual seseorang.
Lebih jauh, JK juga menyinggung dinamika dunia kerja saat ini. Ia mengatakan bahwa ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kesuksesan, melainkan keterampilan dan kompetensi personal yang akan menentukan masa depan lulusan.
“Bukan ijazahnya yang paling penting sekarang, tapi kemampuan Anda, skill Anda,” tegasnya.
Acara wisuda ini dihadiri oleh ribuan mahasiswa, keluarga, serta sivitas akademika Unhas. Kehadiran JK yang juga merupakan alumni Unhas, memberi motivasi tersendiri bagi para lulusan yang tengah bersiap memasuki dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat. <spl>





Komentar