Makassar — Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT-UNM) turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk “Menuntaskan Segala Problematika UNM” pada Jumat sore, (8/8/2025). Mereka memulai dari Lapangan Voli Fakultas Teknik dan terus bergerak menuju Menara Pinisi UNM.
Massa aksi mengangkat berbagai persoalan, termasuk dugaan kasus jual beli nilai, kejelasan terkait pembangunan gedung teknol dan perbaikan jalan kampus Parang Tambung. Mahasiswa bahkan secara langsung menuduh keterlibatan lembaga ICT UNM dalam praktik tak etis tersebut.
Abdul Muqsith, sebagai Ketua BEM FT-UNM menyampaikan keresahan yang mencuat dari berbagai fakultas. Ia menyebut bahwa kondisi kampus telah melenceng jauh dari semangat pendidikan yang seharusnya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Pendidikan menurut Undang-Undang Nasional harus humanis, demokratis, dan antikekerasan. Tapi di UNM, kita melihat praktik yang sebaliknya,” katanya.
lebih lanjut Ketua BEM FT-UNM menyampaikan data yang membuat suasana makin menegang. “Kami menerima laporan bahwa 72.000 nilai telah diperjualbelikan. Ini bukan sekadar pelanggaran, ini krisis moral dan integritas akademik!” ujarnya.
Mahasiswa mendesak pimpinan kampus harus hadir di tengah mahasiswa dan memberikan klarifikasi secara terbuka. Mahasiswa menolak diam dan terus mendorong transparansi serta tanggung jawab dari para pemegang kendali universitas.
“Kami menunggu. Jangan bersembunyi. Hadapi kami yang menuntut kejelasan!” lanjut Ketua BEM .
Terakhir Ketua BEM FT UNM, menyampaikan sikap tegas dalam sesi terpisah. Ia menekankan bahwa gerakan ini tidak berdasarkan asumsi semata. “Kami tidak mengada-ada. Angka itu riil. Kalau kampus tidak mampu menyelesaikannya, maka mahasiswa yang akan turun langsung menyapu bersih praktik busuk ini!” tegas Muqsith.





Komentar