Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Kampus Pendidikan Peristiwa Sulsel

Miris! Mahasiswi di Bone Putus Kuliah, Dana KIP Diduga Digelapkan Dosen

Ilustrasi tumpukan formulir beasiswa

Bone — Seorang mahasiswi Universitas Andi Sudirman (Uniasman) Bone, Sulawesi Selatan, berinisial AS (20), harus menelan pil pahit setelah memutuskan berhenti kuliah lantaran tidak pernah menerima dana beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang seharusnya menjadi penopang pendidikannya. Ironisnya, dana sebesar Rp 4,8 juta itu justru diduga digelapkan oleh dua dosennya sendiri.

Kasus ini kini tengah diproses pihak kepolisian setelah AS melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Polsek Tanete Riattang. Laporan itu dibenarkan oleh Kanit Reskrim AKP Henri Aswan, yang menyebut bahwa penyelidikan telah memasuki tahap klarifikasi awal. “Sudah ada laporan masuk soal dugaan penggelapan dana KIP, Kami telah memeriksa pelapor dan terlapor, dan masih akan mengklarifikasi pihak pengelola beasiswa serta saksi ahli,” ujar Henri, pada Senin (16/6).

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Dana KIP sendiri merupakan beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, mencakup biaya kuliah dan tunjangan biaya hidup. Dalam kasus ini, AS mengaku tidak pernah menerima sepeser pun dari dana tersebut. Mahasiswi asal Bone ini menceritakan bahwa ia diterima di Program Studi Biologi Uniasman pada 2024. Saat awal pendaftaran, ia ditawari program beasiswa penuh hingga lulus oleh kepala program studi, yang kala itu meyakinkannya bahwa semua biaya akan ditanggung.

Namun seiring berjalannya waktu, AS mulai curiga karena tidak pernah mendapatkan bantuan dana yang dijanjikan. Ia bahkan sempat bertanya kepada dosen yang membantunya mengurus administrasi, namun tak mendapat jawaban memuaskan. Situasi semakin memburuk ketika kondisi ekonomi keluarga tidak mampu lagi menopang kebutuhan kuliahnya. “Setelah delapan minggu kuliah, saya tanya kaprodi karena mamaku tidak bisa bantu biaya lagi. Katanya saya tidak bisa lanjut kuliah karena tidak ada dana,” tutur AS, lirih.

AS menyebut dua nama dosen yang diduga mengambil dana KIP miliknya, berinisial AN dan I. Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu dari mereka bahkan sempat meminta ganti rugi karena ia memilih tidak melanjutkan pendidikan.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Kasus ini menjadi sorotan karena mencerminkan bagaimana program bantuan pendidikan bisa disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pihak kepolisian memastikan akan menelusuri aliran dana dan mengecek data penerima beasiswa lainnya untuk menghindari kejadian serupa. <spl>

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *