Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar Nasional Peristiwa

Kronologi Kasus Penculikan Anak Makassar, Bilqis Dijual hingga ke Suku Anak Dalam

Foto para palaku penculikan Bilqis, bocah Makassar yang dijual berantai lewat grup Facebook hingga ke Suku Anak Dalam.

Makassar — Polisi mengungkap kronologi lengkap kasus penculikan anak Makassar yang melibatkan jaringan perdagangan anak lintas provinsi. Bocah empat tahun bernama Bilqis akhirnya selamat setelah berpindah tangan dari satu pelaku ke pelaku lain hingga ke kelompok Suku Anak Dalam di Jambi.

Hilang Saat Temani Ayah Bermain

Peristiwa bermula pada awal November 2025. Bilqis menemani ayahnya bermain tenis di Taman Pakui Sayang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Saat ayahnya lengah, Bilqis menghilang dari lokasi. Keluarga segera melapor ke polisi.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Tim Polrestabes Makassar bersama Polda Sulawesi Selatan langsung menyelidiki laporan itu. Polisi menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan membawa Bilqis keluar dari taman.

Polisi Tangkap Pelaku Utama

Tim gabungan Polda Sulsel berhasil menangkap Sri Yuliana alias Ana (30), pembantu rumah tangga asal Kecamatan Rappocini, Makassar. Polisi menemukan Ana membawa Bilqis ke kamar kosnya di Jalan Abu Bakar Lambogo sebelum menawarkan anak itu di media sosial.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan bahwa Ana menggunakan akun palsu untuk menawarkan Bilqis di grup Facebook bertema Adopsi Anak.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

“Pelaku mengunggah tawaran adopsi anak di Facebook dan mengaku tidak mampu merawat anaknya,” ujar Djuhandhani di Mapolrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).

Menjual Bilqis Lewat Facebook

Unggahan Ana menarik perhatian Nadia Hutri (29), warga Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tinggal di Jakarta. Keduanya berkomunikasi lewat pesan pribadi hingga sepakat melakukan transaksi Rp3 juta.

Nadia datang ke Makassar untuk menjemput Bilqis di kos Ana. Ia menyerahkan uang dan langsung membawa bocah itu ke Jambi.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

“Transaksi berlangsung di kos pelaku,” kata Djuhandhani.

Bilqis Pindah Tangan di Jambi

Sesampainya di Jambi, Nadia menghubungi Adit Prayitno Saputra (36) dan Meriana (42) untuk menawarkan Bilqis. Keduanya membeli Bilqis seharga Rp15 juta dengan alasan ingin mengadopsi anak karena belum memiliki keturunan.

Setelah transaksi selesai, Nadia kabur ke Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengaku sudah tiga kali menjadi perantara adopsi ilegal melalui media sosial.

Dijual Lagi ke Suku Anak Dalam

Meriana kembali menjual Bilqis kepada pasangan suami istri AS dan MA yang tinggal di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi. Pasangan itu kemudian menyerahkan Bilqis kepada kelompok Suku Anak Dalam dengan harga Rp80 juta.

Menurut Kapolda Sulsel, AS dan MA juga mengaku memperdagangkan sembilan bayi dan satu anak melalui aplikasi TikTok dan WhatsApp.

Polisi Amankan Bilqis dan Tangkap Jaringan

Setelah berita kasus penculikan anak Makassar viral, Nadia panik karena menyadari anak yang dijualnya merupakan korban dari Makassar. Ia bersama Meriana dan Adit mencoba mengambil kembali Bilqis dari Suku Anak Dalam, tetapi warga menolak.

Tim gabungan Polda Sulsel melakukan pengejaran dan menangkap ketiganya di Kabupaten Kerinci, Jambi. Polisi menyelamatkan Bilqis dan menyerahkannya kembali kepada keluarga.

“Kami terus menyelidiki jaringan ini dan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk membongkar semua pelaku,” tegas Djuhandhani.

Pengakuan Ana di Depan Polisi

Dalam pemeriksaan, Sri Yuliana alias Ana mengaku menculik Bilqis karena tekanan ekonomi. Ia mengaku mengenal pembeli melalui grup Facebook bertema Adopsi Anak.

“Saya awalnya ingin merawat anak itu, tapi karena butuh uang, saya jual,” ujar Ana dengan suara pelan saat penyidik memeriksanya pada Sabtu malam (8/11/2025).

Polisi kini menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus penculikan anak Makassar tersebut.

Komentar

  1. Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *