Riau – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 24.000 warga di wilayahnya positif mengidap tuberkulosis (TBC) hingga tahun 2024. Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka penularan serta potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Muhammad Bisri, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil penelusuran aktif dan program skrining yang gencar dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kepri.
“Hingga saat ini, kami menemukan sekitar 24 ribu warga yang positif TBC. Ini menunjukkan masih tingginya beban kasus, dan upaya penanganan harus lebih intensif,” ujar Bisri di Tanjungpinang, Jumat (30/5/2025).
Ia menambahkan bahwa salah satu kendala dalam penanggulangan TBC adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak awal, serta masih adanya stigma terhadap penderita TBC.
“Banyak yang takut diperiksa, bahkan menyembunyikan penyakitnya karena malu. Padahal TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan rutin selama enam bulan,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“TBC bukan penyakit kutukan. Ini penyakit yang bisa sembuh jika ditangani dengan benar dan tidak putus pengobatan,” tegas Bisri.
Dinkes Kepri berkomitmen terus memperluas cakupan skrining, edukasi, dan pengobatan gratis bagi masyarakat, sejalan dengan target eliminasi TBC secara nasional pada tahun 2030. <spl>





Komentar