Bekasi — 23 Mei 2025, Praktik pemalsuan air mineral kembali mencuat di Bekasi. Sebuah pabrik ilegal ditemukan mengisi galon bermerek terkenal dengan air tanah, kemudian menjualnya seolah-olah produk asli. Modus ini tidak hanya merugikan konsumen secara finansial tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat.
Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ditemukan bahwa pelaku menggunakan galon bekas dan tutup palsu untuk meniru produk asli. Air tanah yang digunakan tidak melalui proses penyaringan atau sterilisasi yang memadai, sehingga berpotensi mengandung bakteri dan zat berbahaya.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan keprihatinannya terhadap kasus ini.
Eliyani, anggota pengurus harian YLKI, mengungkapkan bahwa praktik semacam ini sudah sering terjadi dan sangat merugikan konsumen.
“Betapa bahayanya kalau air mineral yang paling banyak dikonsumsi masyarakat mudah sekali dipalsukan. Tutupnya dijual di mana-mana dan sama persis dengan tutup yang asli, sehingga masyarakat sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu,”
ujar Eliyani.
YLKI juga mengimbau produsen air mineral untuk meningkatkan keamanan kemasan mereka.
“Teknologi yang baik bisa melindungi kandungan air tetap utuh hingga sampai ke tangan konsumen, dilengkapi dengan segel tutup galon keras yang tidak gampang dipalsukan,”
tambah Eliyani.
Kasus pemalsuan air mineral bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada tahun 2017, polisi membongkar pabrik air mineral palsu di Tangerang Selatan yang mencampur air tanah dengan sedikit air mineral asli dan menjualnya menggunakan galon bermerek.
Konsumen diimbau untuk lebih waspada dan memeriksa dengan teliti galon air mineral yang dibeli. Beberapa ciri air mineral palsu antara lain warna air yang keruh, bau yang tidak sedap, dan rasa yang aneh. Selain itu, periksa juga segel dan tutup galon untuk memastikan keasliannya.
Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan dan berjanji akan menindak tegas pelaku pemalsuan air mineral demi melindungi konsumen dan menjaga kesehatan masyarakat. <spl>





Komentar