Close sidebar
Advertisement Advertisement
Peristiwa

Kapal Nelayan KM Barok Alami Kerusakan Kemudi di Kepulauan Seribu, Damkar Berhasil Evakuasi Penumpang

evakuasi penumpang kapal di perairan kepulauan seribu, Senin (12/5/2025)

Kepulauan Seribu — Sebuah kapal nelayan bernama KM Barok mengalami kerusakan pada sistem kemudi saat berlayar di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di sekitar Pulau Tikus, menyebabkan kapal terombang-ambing di tengah laut.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kali Kramat, Tangerang, Banten, sekitar pukul 13.00 WIB dengan tujuan Pulau Panggang. Namun, sekitar 2,5 jam setelah berlayar, KM Barok mengalami patah baut daun kemudi, membuat kapal kehilangan kendali. “Kapal tersebut mengalami kerusakan baut daun kemudi kapal patah,” ujar Gatot Sulaiman, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Menanggapi situasi darurat tersebut, salah satu penumpang menghubungi petugas Damkar di Pos Pulau Lancang untuk meminta bantuan evakuasi. Tim Damkar segera merespons dengan mengerahkan satu unit rescue boat ke lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi laut yang tidak bersahabat.

Dalam video yang diterima, terlihat tim Damkar mengevakuasi penumpang satu per satu dari KM Barok ke kapal penyelamat, meskipun kapal terus bergoyang akibat ombak. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman dan selamat. “Kemudian melakukan evakuasi kepada penumpang menuju Pulau Pari dikarenakan cuaca sudah mulai angin dan ombak,” tambah Gatot.
Batak Post

Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari tim penyelamat dalam menghadapi situasi darurat di laut. Kerja sama antara penumpang yang sigap melaporkan kejadian dan petugas Damkar yang tanggap dalam melakukan evakuasi menjadi kunci keselamatan dalam peristiwa ini.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh operator kapal dan nelayan untuk selalu memeriksa kondisi teknis kapal sebelum berlayar dan memastikan semua peralatan keselamatan berfungsi dengan baik. Langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *