Makassar – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, hingga kini belum menetapkan jadwal musyawarah daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan. Padahal, masa kepengurusan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe bersama jajaran telah berakhir sejak 19 November 2025.
Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, Bahlil menunjuk Muhidin M Said sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel. Di tingkat pusat, Muhidin menjabat Koordinator Wilayah Pemenangan Pemilu Golkar untuk wilayah Sulawesi.
Bahlil menugaskan Muhidin M Said mengonsolidasikan kepengurusan dan menyiapkan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel guna memilih ketua definitif untuk lima tahun ke depan.
Deretan Kandidat Ketua Golkar Sulsel Mulai Intens Temui Bahlil
Seiring belum adanya jadwal Musda, sejumlah nama mulai menguat sebagai calon Ketua Golkar Sulsel. Tokoh-tokoh yang mencuat antara lain Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, serta figur alternatif baru Rahman Pina.
Dalam satu tahun terakhir, para kandidat silih berganti menemui Bahlil Lahadalia di Jakarta. Pada Kamis malam, 17 Juli 2025, Munafri Arifuddin atau Appi datang bersilaturahmi dengan Bahlil. Appi hadir bersama Solihin Jusuf Kalla, Ketua Bidang Kewirausahaan DPP Partai Golkar.
Appi dan Bahlil menjalin hubungan dekat sejak sama-sama aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Saat Bahlil menjabat Ketua Umum Hipmi, Appi dipercaya menjadi salah satu pengurus.
Saat ini, Appi menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar sejak 2021. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Makassar mencatat peningkatan perolehan suara dan kursi DPRD. Golkar bahkan meraih suara terbanyak, meski harus puas di posisi kedua karena kalah jumlah kursi dari Partai NasDem.
Appi juga mengantarkan Golkar kembali memenangkan Pilkada Makassar setelah 15 tahun puasa kemenangan. Terakhir kali Golkar menang Pilkada Makassar terjadi pada 2009 melalui pasangan Ilham Arief Sirajuddin–Supomo Guntur.
Hingga kini, 19 Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota menyatakan dukungan kepada Appi. Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arief, bertindak sebagai koordinator dukungan tersebut. Seluruh DPD II pendukung telah menyerahkan surat rekomendasi resmi.
Pada Senin, 12 Januari 2026, Zulkarnain Arief langsung mengantarkan surat dukungan itu kepada Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, di Jakarta. Ia berangkat bersama Sekretaris DPD II Golkar Makassar Andi Suharmika dan Ketua DPD II Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin.
Selain Appi, Adnan Purichta Ichsan juga beberapa kali bertemu Bahlil dalam setahun terakhir. Adnan menemui Bahlil di Rumah Jabatan Menteri ESDM, Jakarta, pada Senin, 31 Maret 2025, dalam suasana halalbihalal Idulfitri. Adnan merupakan kader muda Golkar yang pernah memimpin Kabupaten Gowa selama dua periode.
Pada April 2025, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) turut menemui Bahlil Lahadalia. IAS mengunggah momen pertemuan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
IAS merupakan kader senior Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar dan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel pada periode 2008–2009. Saat itu, IAS menggantikan Amin Syam yang mundur usai kalah dalam Pilgub Sulsel 2007.
Di bawah kepemimpinan IAS, Golkar memenangkan Pemilu 2009 di Sulsel. Setelah Musda Golkar 2009, Syahrul Yasin Limpo menggantikan posisi IAS sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Terbaru, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina juga menemui Bahlil Lahadalia. Foto pertemuan keduanya viral di media sosial. Dalam foto tersebut, Rahman Pina duduk di sebelah kanan Bahlil di sebuah meja makan sambil mengenakan batik kuning bergaris hitam.
Rahman Pina saat ini menjabat Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Barru. Penelusuran menyebutkan pertemuan itu berlangsung sekitar 4 Januari 2026. Hingga kini, Rahman Pina belum memberikan keterangan resmi terkait pertemuan tersebut.
Dalam waktu dekat, Partai Golkar akan menggelar Musda Golkar Sulsel. Agenda utama Musda akan memilih Ketua DPD I Golkar Sulsel definitif untuk masa jabatan lima tahun mendatang.





Komentar